Berita

Kepala Badan Komunikasi dan Strategi (Bakomstra) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra/Net

Politik

Moeldoko Kalau Mau Nyapres Dari Demokrat Bikin KTA Dulu, Jangan Ujug-ujug Ingin Jadi Ketum!

RABU, 03 FEBRUARI 2021 | 09:09 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Konferensi pers sejumlah politisi senior Partai Demokrat terkait isu dugaan kudeta kepemimpinan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) direspons oleh DPP Demokrat.

DPP Partai Demokrat menyebut sekelompok orang itu merupakan pihak-pihak yang diduga menjadi bagian dari gerakan inkonstutional kudeta kepemimpinan Partai Demokrat.

Demikian disampaikan Kepala Badan Komunikasi dan Strategi (Bakomstra) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Rabu (3/2).


Herzaky mengurai bahwa mereka berencana menjemput KSP Moeldoko sebagaimana menjemput SBY pada tahun 2004 sebagai calon presiden.

“Lalu ada pelaku gerakan bernama Bapak Yus Sudarso menyatakan, apa salahnya kami melakukan ini?" kata Herzaky.

"Salahnya adalah upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah melalui Kongres Luar Biasa," imbuhnya menegaskan.

Menurut Herzaky, saat kepemimpinan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dahulu, upaya inkonstutional seperti itu tidak ada.

"Bapak SBY duduk sebagai Dewan Pembina," tegasnya. 

"Jadi, kalau KSP Moeldoko mau menjadi capres melalui Partai Demokrat, ya bikin Kartu Tanda Anggota (KTA) dulu sebagai kader Partai Demokrat. Jangan tiba-tiba ingin menjadi ketua umum, apalagi melalui Kongres Luar Biasa. Itu saja sudah salah besar. Itu inkonstitusional," demikian Herzaky.

Politikus senior Partai Demokrat, Yus Sudarso, sebelumnya mengungkapkan bahwa figur yang tepat menjadi ketum Partai Demokrat adalah mantan panglima TNI era SBY, Moeldoko.

"Dari kawan-kawan itu melihat figur yang pas untuk di-create adalah Pak Moeldoko. Akan tetapi kami semua sayang kepada Pak SBY, sayang Pak AHY. Kalau Demokrat punya presiden, pastinya Mas AHY akan menjadi skala prioritas untuk menteri kami,” kata Yus Sudarso di Restoran Dapur Sunda, Mall Bellagio, Jakarta Selatan, Selasa (2/2).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya