Berita

Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus/Net

Politik

Ketimbang Dorong Revisi UU Pemilu, Politikus PAN Ini Minta DPR Fokus Penanganan Pandemi

RABU, 03 FEBRUARI 2021 | 09:04 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Proses pembahasan Revisi Undang-undang Pemilu (RUU Pemilu) jangan sampai membuat para anggota DPR melupakan kondisi pandemi yang masih melanda tanah air.

Selain karena memang butuh penanganan yang lebih serius seiring masih terus bertambahnya kasus positif Covid-19, hal ini juga agar masyarakat tak menilai DPR hanya memikirkan soal politik melulu.

Anggota Komisi II DPR, Guspardi Gaus menegaskan, Fraksi PAN mengimbau kepada sejumlah fraksi yang ada di DPR untuk tetap fokus kepada penanganan pandemi Covid-19 yang makin mengkhawatirkan. Tak melulu membahas soal UU Pemilu.


Pun memikirkan langkah-langkah perbaikan dan pembenahan agar ekonomi yang terpuruk sangat dalam ini bisa kembali bangkit.

Ditambahan Guspardi, hal ini perlu dilakukan agar pandangan publik kepada DPR tidak hanya urusan politik semata.

"Kalau seandainya terus dibahas bisa menimbulkan kesan yang kurang elok kepada anggota DPR, kenapa RUU kepemiluan didorong-dorong dan dipaksakan untuk dibahas,” ucap anggota Baleg DPR ini.

Di sisi lain, kalau RUU Pemilu terus dibahas, legislator asal Sumatera Barat ini menyatakan kalau fraksi PAN memiliki sikap parliamentary threshold sama dengan periode lalu yaitu 4% dan presidential threshold adalah partai yang mempunyai wakil di DPR RI.

Dalam draf RUU Pemilu ini, parliamentary threshold dipatok sebesar 5% dan presidential threshold masih pada 20%.

“Jadi artinya setiap partai politik yang ada wakilnya di DPR berhak mengusung calon presiden pada pilpres mendatang,” imbuhnya.

Ditambahkan Guspardi, bila RUU ini nantinya tidak dibahas, dengan sendirinya apa yang ada dalam draf ini tidak bisa dijadikan dasar dalam melaksanakan Pemilu yang akan datang.

Artinya, yang akan menjadi dasar pelaksanaan pesta demokrasi mendatang adalah Undang-undang yang sudah ada. Yaitu UU no 42 tentang Pilpres, UU no 10 tahun 2016 tentang Pilkada, dan UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pilleg.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya