Berita

Pangi Syarwi Chaniago/Repro

Politik

Politik Belah Bambu Pernah Nyasar Golkar, PPP dan Berkarya, Tapi Demokrat Mengantisipasi Lebih Cepat

SELASA, 02 FEBRUARI 2021 | 15:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Upaya politik belah bambu tidak hanya menyasar Partai Demokrat yang belakangan disambut dengan reaksi cukup keras dan tegas.

Pasalnya, politik belah bambu juga pernah menyasar Partai Golkar, PPP, dan Partai Berkarya. Ketiga politik ini pernah mengalami dualisme kepemimpinan.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Reserach and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai, partai Demokrat sangat antisipatif dan sigap menyikapi upaya-upaya politik belah bambu tersebut.


"Kalau politik belah bambu ke Golkar bisa, PPP bisa, Berkarya bisa, ini pelajaran. Tapi ke Demokrat tidak berhasil," kata Pangi saat menjadi narasumber dalam diskusi Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk "Politik Belah Bambu Menyasar Partai Demokrat" pada Selasa (2/2).

Atas dasar itu, Pangi menilai Partai Demokrat justru berhasil menghalau upaya-upaya politik belah bambu tersebut. Sehingga dia bersikap lebih cepat mengidentifikasi hal yang tidak dilakukan oleh partai lain.  

"Berarti Demokrat bisa mengantisipasinya lebih cepat, mengcounter dengan baik, sementara partai-partai lain tidak bisa," demikian Pangi.

Selain Pangi, narasumber dalam diskusi Obrolan Bareng Bang Ruslan yakni Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.

Skenario pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat diungkapkan oleh Agus Harimuti Yudhoyono secara terbuka. Ia mengaku mendapatkan informasi dari pengurus di tingkat pusat dan daerah.

Moeldoko sebagai sosok di luar partai yang diduga menjadi dalang kudeta tidak menolak secara tegas tudingan itu.

Ia hanya mmeinta Demokrat tidak mengkaitkan dengan Istana dan Presiden Joko Widodo. Mantan Panglima TNI itu juga meminta AHY dan petinggi Demokrat tidak terbawa perasaan menghadapi dinamika partai berlambang mercy itu.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya