Berita

Agus Harimurti Yudhoyono/Net

Editorial

Soliditas Dan Kudeta Yang Gagal

SENIN, 01 FEBRUARI 2021 | 23:42 WIB | OLEH: AZAIRUS ADLU

Beberapa hari ini isu soal kudeta ramai dibiacarakan, di Myanmar, militer melakukan kudeta dan menangkapi para pemimpin sipil.

Para pemimpin sipil seperti Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint ditangkap dalam penyerbuan yang berlangsung di pagi buta.

Kini di Indonesia isu kudeta ikut menyeruak, namun bukan kepada negara melainkan partai politik, dalam hal ini Partai Demokrat yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).


Dalam jumpa persnya sore tadi, Senin (1/2), AHY menyampaikan ada upaya-upaya inkonstitusional yang dilakukan sejumlah kader bekerja sama dengan lingkaran dalam Istana ingin merebut kursi tertinggi di tubuh Demokrat.

Meski tak menyebut nama saat itu, AHY menuding ada lima orang yang bekerja agar kudeta Demokrat bisa terlaksana. Empat orang dalam, satu orang luar.

Usut punya usut, nama-nama mereka pun akhirnya muncul ke permukaan, yang paling disorot adalah dugaan keterlibatan Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Moeldoko disebut-sebut menggalang kekuatan untuk mempengaruhi kader-kader Demokrat, khususnya di daerah untuk mendukungnya dalam merebut kursi Ketua Umum Demokrat guna kepentingan Pilpres 2024.

Dikabarkan, penggalangan itu dilakukan di Hotel Aston Rasuna Said, lantai 28 pada Rabu (27/1). Moeldoko dikatakan mendatangi lokasi tersebut dan menggelar pertemuan sekitar pukul 21.00 WIB.

Namun, dalam pengakuan Moeldoko kepada publik, tidak ada pertemuan tersebut. Yang ada dia menerima tamu di kediaman pribadinya.

Dan itu hanyalah pertemuan biasa, tidak ada pembahasan bahwa dirinya bersiap untuk mengambil alih tongkat komando Partai Demokrat.

Para pentolan Demokrat pun tak percaya dengan klarifikasi Moeldoko, Kepala Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief bahkan menyebut bahwa yang direncanakan Moeldoko telah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo.

Meski begitu, Moeldoko membantah Presiden Jokowi tahu-menahu akan hal ini.

Entah mana yang benar versi Moeldoko atau Demokrat, namun kudeta ini bisa dikatakan gagal.

Kepemimpinan AHY di Demokrat mampu dijaga dari rongrongan kader sengkuni dan pihak luar yang punya kepentingan kotor.

Ini bukti bahwa Demokrat solid sebagai partai dan kadernya satu visi dengan Ketumnya. Bilamana memang AHY tidak punya power dan kepiawaian, pasti kudeta berhasil.

Isu kudeta Moeldoko ini akan jadi pembelajara untuk AHY, Ketum Demokrat yang notabenenya masih muda.

Selain itu, rencana kudeta yang terkuak ini bisa jadi momentum buat Demokrat melakukan bersih-bersih internal sembari memperkuat barisan yang sudah solid.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya