Berita

Pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu/Net

Politik

Demokrat Hendak Ditenggelamkan Karena Terlalu Kritisi Pemerintah

SENIN, 01 FEBRUARI 2021 | 19:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Isu kudeta yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengindikasikan ada yang menginginkan partai berlambang bintang mercy tersebut ditenggelamkan.

"Ada yang ingin Partai Demokrat tenggalam, seperti sibuk dengan urusan internal partai sehingga konsolidasi partai terganggu dan suara partai tergerus," kata Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/2).

Tak hanya itu, pihak Demokrat yang turut menyinggung dugaan keterlibatan lingkaran pemerintah juga mengindikasikan adanya upaya pembungkaman terhadap sikap politik partai pimpinan AHY tersebut yang kerap kritis terhadap kebijakan pemerintah.


"Ya termasuk sikap kritis Demokrat (ditenggelamkan)," tegasnya.

Yang tak kalah penting dari pembungkaman tersebut, indikasi kudeta juga dimaksudkan agar Demokrat terperosok dalam kontestasi pemilu 2024 mendatang.

Hal tersebut hampir sama seperti yang dialami Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di mana isu faksionalisasi melemahkan suara keduanya dalam pemilu.

"Sepertinya ada yang sengaja mendesain supaya Demokrat tidak bisa ikut kontestasi Pilpres. Artinya, dengan adanya pecah kongsi di Demokrat, kans AHY maju di pilpres 2024 makin kecil," tandasnya.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Prabowo Ingin Tunjukkan RI Bukan Objek Perebutan Pengaruh Global

Senin, 01 Juni 2026 | 04:03

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

Delapan Gudang Kendaraan Bodong di Deli Serdang Digerebek, 135 Motor Disita

Senin, 01 Juni 2026 | 03:29

Kampung Rambutan Dipadati Penumpang Arus Balik Iduladha

Senin, 01 Juni 2026 | 03:19

Herdinata Tega Bunuh Temannya Gegara Handphone Diambil

Senin, 01 Juni 2026 | 03:09

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Diplomasi Pertahanan Indonesia Lebih Antisipatif terhadap Ancaman Global

Senin, 01 Juni 2026 | 02:25

Agustus 1945: Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:14

Cegah Penyimpangan Seks, Yayasan Humaniora Nikahkan Pasangan Pemulung

Senin, 01 Juni 2026 | 01:47

46 Persen Anggota DPR Fraksi Gerindra Tak Patuh Lapor LHKPN

Senin, 01 Juni 2026 | 01:29

Selengkapnya