Berita

Cristiano Ronaldo/Net

Dunia

Putra Mahkota Arab Saudi Ditolak Cristiano Ronaldo, Pengamat: Strategi Menaikkan Citra Negara Yang Gagal

SABTU, 30 JANUARI 2021 | 07:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penolakan megastar sepak bola Cristiano Ronaldo pada tawaran menggiurkan dari Arab Saudi tentu menjadi pukulan telak. Di tengah upaya negara itu mengangkat perekonomian dengan meningkatkan program pariwisatanya, Ronaldo malah membuat malu pihak kerajaan.

Pekan lalu, dunia olah raga dikejutkan dengan sikap Ronaldo yang menolak tawaran sebesar 7 juta dolar AS untuk menjadi ikon pariwisata Arab Saudi, menurut laporan The Telegraph.

Kesepakatan itu mengharuskan Ronaldo melakukan kunjungan berkala ke Arab Saudi, dan foto-fotoya akan digunakan dalam materi promosi pariwisata negara itu. Sebagai selebritas olahraga, profil Ronaldo beserta tanda tangannya dianggap bisa menjadi daya tarik pengunjung.


Analis konflik dan terorisme, CJ Werleman dalam artikelnya di TRT mengatakan, penolakan Ronaldo, memberikan konsekuensi yang sama besarnya, yang semuanya negatif bagi putra mahkota Saudi, yang kemungkinan akan menafsirkan berita buruk ini sebagai krisis eksistensial.

Putra mahkota Muhammad bin Salman (MBS) tengah bergulat dalam upayanya untuk mengubah ekonomi negara yang bergantung pada minyak dengan mengembangkan dan mendiversifikasi industri non-minyak, termasuk pariwisata, rekreasi, infrastruktur, pendidikan, yang semuanya teramu dalam 'Visi 2030'.

Werleman mengatakan, itu adalah strategi MBS menaikkan citra negaranya di tengah sorotan internasional terhadap kasus pelanggaran hak asasi manusia. MBS dan Arab Saudi berusaha menunjukkan wajah yang lebih ramah dengan menyelenggarakan acara olahraga internasional dan menggunakan kekuatan profil sang bintang atlet terkenal sebagai ikonnya. Membuat aktivis HAM menyerukan itu sebagai 'sportswashing'.

"Tujuannya untuk menaikan citranya, menjual penampilan bangsa yang lebih progresif. Dia tidak perlu melakukan apa pun untuk pelanggaran hak asasi manusia yang telah dilakukannya, seperti pemenjaraan, eksekusi terhadap kritikus, jurnalis, dan pembela hak-hak perempuan, di samping penganiayaan terhadap minoritas ras, budaya dan seksual," kata Werleman.

Tawaran Arab Saudi untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2020 pun gagal, sebagian karena kekhawatiran terhadap kebijakan represifnya.

Philippe Nassif, direktur advokasi Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika, mengatakan, dalam kasus Arab Saudi, mereka terkenal karena penindasan terhadap hak-hak perempuan dan hak minoritas etnis dan ras. Cara apa yang lebih baik untuk mencoba mengubah citra itu selain pertandingan olahraga.
 
Penyelenggaraan pertandingan gulat, turnamen golf PGA, atau pertandingan sepak bola Liga Champions UEFA tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa MBS mungkin secara pribadi memerintahkan pembunuhan mengerikan terhadap jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi dan perang di Yaman, yang kini telah menyebabkan kematian. dari seperempat juta orang, menurut Kantor Kemanusiaan PBB.

“Alih-alih menggunakan olahraga untuk merehabilitasi citra globalnya, akan lebih murah dan mudah bagi Arab Saudi untuk melakukan reformasi hak asasi manusia yang mendasar dan menghormati hak-hak dasar warganya untuk meningkatkan citra dan posisinya di dunia,” kata Minky. Worden, direktur Inisiatif Global Human Rights Watch.

Penolakan Ronaldo terhadap tawaran bernilai jutaan dolar dari putra mahkota hanya dapat diartikan sebagai indikasi bahwa strategi Arab Saudi saat ini untuk merehabilitasi reputasinya, tidak berhasil.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya