Berita

Presiden Joe Biden/Net

Dunia

Pro-Imigran, Biden Perpanjang Status Perlindungan Sementara Untuk Warga Suriah Di AS

SABTU, 30 JANUARI 2021 | 07:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat akan memperpanjang bantuan deportasi untuk ribuan imigran Suriah, yang visanya akan segera berakhir.

Status Perlindungan Sementara (TPS) untuk 6.700 warga Suriah yang memenuhi syarat akan diperpanjang hingga September 2022, sebagaimana yang diumumkan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (29/1).
Program bantuan deportasi ini menolong imigran yang tidak dapat kembali ke negara mereka karena alasan seperti bencana alam atau konflik bersenjata dengan memberikan keleluasaan untuk tinggal dan bekerja di Amerika Serikat secara legal untuk jangka waktu tertentu.

Program itu juga mengizinkan 1.800 warga Suriah lainnya di negara ini untuk mengajukan status TPS.

Program itu juga mengizinkan 1.800 warga Suriah lainnya di negara ini untuk mengajukan status TPS.

Di masa pemerintahan Trump, AS  berusaha menghapus pendaftaran dalam program TPS untuk imigran dari Amerika Tengah dan negara lain secara bertahap, tetapi upaya itu terhalang oleh tantangan hukum. Namun begitu, pemerintahan Trump telah dua kali memperpanjang perlindungan untuk warga Suriah karena konflik bersenjata yang sedang berlangsung dan akses terbatas ke perawatan medis di negara itu.

Trump tidak mengizinkan pelamar baru ke dalam program tersebut. Namun tetap bertanggung jawab dalam memberikan perlindungan kepada yang sudah terdaftar dalam TPS.

Saat ini, di bawah pemerintahan Biden, imigran warga Suriah di Amerika Serikat dapat mencari perlindungan di bawah TPS. Langkah itu sejalan dengan janji kampanye Joe Biden serta sikap pro-imigrannya yang lebih luas untuk memberikan perlindungan di bawah program tersebut.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya