Berita

Vaksin Covid-19/Net

Dunia

Perang Vaksin, Uni Eropa Dilaporkan Akan Blokir Ekspor Vaksin Covid-19 Ke Inggris

JUMAT, 29 JANUARI 2021 | 11:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Uni Eropa dapat memblokir ekspor vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech ke Inggris sebelum pasokan dosis memenuhi populasi negara-negara anggotanya.

Hal itu diungkap dalam sebuah laporan media pada Kamis malam (28/1) yang mengutip surat Presiden Dewan Eropa Charles Michel.

Laporan itu menyebut Uni Eropa dapat menggunakan langkah-langkah mendesak untuk memastikan agar produksi dan pasokan vaksin memenuhi populasi/


"Perang Vaksin" tampaknya bermula dari keputusan perusahaan farmasi AstraZeneca yang menjamin pasokan ke Inggris, sementara menunda pengiriman ke Uni Eropa karena masalah produksi.

London sebelumnya memesan 40 juta dosis vaksin Pfizer, tetapi sekarang pengiriman pesanan itu terancam.

"Ini akan memberi Uni Eropa dan negara-negara anggota cara legal, dengan mengadopsi langkah-langkah mendesak yang tepat, untuk memastikan produksi dan pasokan vaksin yang efektif untuk populasi kita," ujar Michel dalam suratnya yang dikutip dari Sputnik.

Menurut pejabat Uni Eropa, Michel telah memberikan saran tersebut kepada Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen.

Outlet media lain, Politico, melaporkan Uni Eropa akan memperkenalkan mekanisme yang memungkinkan negara anggota memblokir ekspor vaksin di seluruh dunia pada Jumat (29/1).

Dalam rencana tersebut, Uni Eropa akan memberikan otorisasi khusus untuk ekspor vaksin. Nantinya blok itu hanya akan mengirim dosis ke negara anggota dalam jumlah yang ditentukan oleh perjanjian pembelian di muka.

Tetapi dalam laporan tersebut, negara-negara miskin dan Covax akan dibebaskan dari persyaratan otorisasi.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya