Berita

Rose Hills Memorial Park and Mortuary di Whittier, California/Net

Dunia

Pemakaman Terbesar Di Amerika Utara Berjuang Habis-habisan Menghadapi Lonjakan Kematian Akibat Covid-19

JUMAT, 29 JANUARI 2021 | 09:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Lonjakan angka kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat (AS) terlihat dari menumpuknya antrean layanan pemakaman di Rose Hills Memorial Park and Mortuary di Whittier, California.

Tempat pemakaman seluas 1.400 hektar itu merupakan yang terbesar di Amerika Utara. Setiap harinya mereka berjuang mengatasi jenazah Covid-19.

Meski Rose Hills memiliki banyak fasilitas, namun banyaknya jenazah membuat pemakaman dapat tertunda hingga sekitar satu bulan.


CEO dan Presiden Rose Hills, Patrick Monroe mengatakan, tekanan terhadap layanan pemakaman mulai meningkat tajam sejak liburan Thanksgiving pada November, di mana permintaan hampir bertambah dua kali lipat.

Untuk mengatasi menumpuknya jenazah, Rose Hills menyediakan sejumlah besar unit pendingin.

Penyedia layanan juga telah mendirikan area tenda untuk menggantikan kapel di tempat dan menggunakan metode baru seperti streaming langsung untuk keluarga.

"Anda tidak bisa menggantikan pelukan. Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa kesedihan yang dibagikan adalah kesedihan yang berkurang ... Anda tidak dapat melakukannya dengan baik di Zoom," ujar Monroe, seperti dikutip Reuters.

Monroe mengungkap, para stafnya di Rose Hills juga merasa sangat stres ketika menyaksikan kesedihan keluarga.

“Sayangnya bagi banyak keluarga, ini adalah pertama kalinya mereka melihat almarhum secara langsung karena mereka tidak dapat mengunjungi rumah sakit sehingga kejadian yang sangat traumatis menjadi lebih sensitif,” kata Monroe.

“Petugas pemakaman, petugas pemakaman, menurut saya adalah pahlawan seperti halnya petugas kesehatan,” tutup dia.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya