Menkes Prancis Olivier Veran/Net
Prancis terus melalukan upaya terbaik mereka untuk menahan gempuran virus corona jenis baru yang menyebar dengan cepat di negaranya, di antaranya dengan memperketat aturan jam malam.
Sayangnya, upaya itu belum cukup berhasil.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran dalam konferensi pers nya, Kamis (28/1) waktu setempat.
Veran mengatakan bahwa varian baru dari virus corona secara aktif menyebar, dan mengakibatkan tekanan yang meningkat pada sistem rumah sakit Prancis.
Dia pun kembali menyerukan tindakan yang lebih ketat untuk menahan virus, di atas jam malam pukul 6 sore hingga 6 pagi.
"Kami menganggap varian baru ini sebagai virus baru," kata Veran, seraya menambahkan: "Kami perlu menghindari pandemi dalam pandemi," ujarnya, seperti dikutip dari
AFP, Kamis (28/1).
Menteri Kesehatan mengatakan jumlah pasien yang terinfeksi varian baru telah meningkat dari sekitar 500 per hari pada awal Januari menjadi lebih dari 2.000 pasien per hari, pada Kamis (28/1).
Sekitar 60 persen tempat tidur perawatan intensif Prancis sekarang ditempati oleh pasien virus corona, katanya, seraya menambahkan bahwa Prancis sekarang hampir harus mentransfer pasien antar wilayah untuk mengurangi tekanan pada rumah sakit tertentu.
Sebelumnya, juru bicara pemerintah Prancis, Gabriel Attal, mengatakan varian virus corona yang pertama kali ditemukan di Inggris, yang dikatakan memiliki tingkat penularan lebih tinggi, telah ditemukan pada 10 persen kasus Covid-19 di Prancis.
Attal mengatakan kepada radio France Inter bahwa opsi penguncian yang lebih ketat tetap terbuka untuk pemerintahan Presiden Emmanuel Macron, tetapi dia tidak memberikan rincian yang lebih spesifik.
Prancis melaporkan hampir 27.000 kasus Covid-19 baru yang dikonfirmasi pada hari Rabu (27/1), lompatan satu hari terbesar sejak pertengahan November ketika Prancis berada dalam penguncian penuh kedua.