Berita

Ilustrasi/Net

Editorial

Belajar Dari Amerika, Negara Adidaya Tak Berdaya Karena Kasus Rasisme

KAMIS, 28 JANUARI 2021 | 23:56 WIB | OLEH: AZAIRUS ADLU

Kasus rasisme yang menimpa Eks Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai memasuki babak baru.

Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit sudah menahan Politkus Hanura Ambroncius Nababan lantaran diduga melakukan ujaran yang mengandung unsur Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Ambroncius memposting foto Natalius Pigai yang disandingkan dengan primata besar.


Setelah itu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Hendra Pratama pun melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke polisi karena mengunggah konten yang isinya juga mengandung unsur rasisme terhadap Pigai, hampir sama seperti apa yang dilakukan oleh Ambroncius.

Meski demikian, Abu Janda belum ditahan, statusnya pun belum dijadikan tersangka.

Dalam suatu unggahan Twitter, Abu Janda menantang balik Hendra dan Pigai. Menurutnya, ia memiliki bukti bahwa justru Pigai yang terlebih dahulu berlaku rasis, khususnya kepada etnis Jawa.

Berbicara soal rasisme, ini adalah suatu tindakan yang bisa dikatakan amoral. Sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa dan stabilitas bernegara.

Indonesia harus ekstra hati-hati dan amat sangat tegas terhadap para pelaku rasis di nusantara.

Jangan sampai lengah, karena bisa sangat berbahaya bagi kondisi kebatinan masyarakat, ini bom waktu, dan sejarah membuktikan tidak ada negara yang bisa selamat dari konflik yang berawal dari kasus rasisme.

Lihat saja Amerika Serikat (AS), negara dengan tradisi demokrasi yang kuat, ekonomi jempolan dan kesadaran politik tinggi bisa hancur karena perlakuan rasis segelintir oknum.
Negara Paman Sam tersebut sempat diwarnai konflik akibat kasus rasisme belum lama ini, tindakan anarkis terjadi dimana-mana.

Pengerusakan, kekerasan mewarnai jalan-jalan, jam malam diberlakukan, ratusan ribu orang turun ke jalan menuntut keadilan dan kesetaraan dengan semboyan "Black Liives Matter".

Dari AS kita bisa belajar, negara adidaya pun tidak bisa bertahan bila ada pembiaran terhadap orang-orang yang berlaku rasis.

Langkah Polri menjadikan Ambroncius tersangka dan menahan yang bersangkutan sudah tepat. Tinggal pengadilan nanti memutuskan apakah Ketua Relawan Pro Demokrasi (Projamin) itu bersalah atau tidak.

Sekarang langkah serupa harus diambil dalam kasus Abu Janda. Jangan sampai nantinya juga Polri terkesan tebang pilih.

Ambroncius dan Abu Janda harus diproses hukum yang tegas.

Bila tidak, taruhannya sangat besar, bila ada pembiaran, negara bisa kalang kabut, turbulensi sosial bisa terjadi yang ujungnya tentu justru akan lebih merepotkan untuk aparat dalam meredam konflik tersebut.

Memang tidak instant akan langsung terasa, namun bila dibiarkan berpotensi meledak di kemudian hari.

Perlakuan rasis bak bom waktu, salah penanganan bisa hancur seketika.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya