Berita

Italia mengubah strategi vaksinasi setelah Pfizer mengalami keterlambatan pengiriman/Net

Dunia

Pfizer Terlambat Kirim Pasokan, Italia Bergegas Ubah Strategi Vaksinasi

KAMIS, 28 JANUARI 2021 | 22:04 WIB | LAPORAN: RIESKA WULANDARI

Pemerintah Italia terpaksa harus melakukan revisi rencana dalam program vaksinasi nasional sesegera mungkin. Hal tersebut merupakan butut dari pengurangan dan keterlambatan pasokan dari produsen vaksin Covid-19 Pfizer sekitar 6 hingga 8 minggu.

“Akibat keterlambatan pengiriman, maka Italia akan mengutamakan vaksinasi dosis kedua, untuk kalangan yang telah mendapatkan dosis pertama,” begitu kata Deputi Menteri Kesehatan Italia Pierpaolo Sileri baru-baru ini.

Perubahan itu sendiri dilakukan sejak awal pekan ini.


Diketahui bahwa Italia memprioritaskan vaksin Covid-19 bagi mereka yang bekerja di garda terdepan seperti dokter, perawat dan seluruh lapisan petugas sektor kesehatan, militer, polisi dan petugas keamanan. Selain itu, mereka yang memiliki patologis serta penduduk berusia lanjut juga masuk ke dalam daftar prioritas.

Namun karena keterlambatan pasokan vaksin tersebut, pemerintah Italia sempat "kelabakan" dan mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan menuntut  Pfizer.

Di sisi lain, pihak Pfizer yang mengurangi pengirimannya hingga 30 persen dari kesepakatan, menyatakan keterlambatan terjadi karena pihaknya sedang melakukan upgrade pada fasilitas produksi mereka di Belgia.

Hingga 27 Januari, Italia telah melakukan vaksinasi kepada 1.575.258 orang dimana region Lombardia tercatat telah melakukan vaksin terbanyak di Italia yaitu 245.100 jiwa.

Sementara vaksin yang sudah disebarkan adalah sebanyak 2,12 juta ampul.

Italia pada hari Kamis (28/1) mencatat 10.584 kasus baru sehingga secara total Italia mencatat 2,5 juta kasus dan angka kematian mencapai 86. 889 fatal dengan 1,9 juta pasien sembuh.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya