Berita

Peneliti senior Populi Center, Afrimadona/Net

Politik

Revisi UU Pemilu Idealnya Dilakukan Setelah 2024

KAMIS, 28 JANUARI 2021 | 19:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Revisi UU Pemilu dan Pilkada yang bertujuan untuk memajukan Pilkada Serentak 2024 digelar pada tahun 2022 dan 2023 dinilai tidak relevan. Sebab idealnya UU baru bisa direvisi apabila sudah pernah diterapkan.

Begitu kata peneliti senior Populi Center, Afrimadona kepada wartawan, Kamis (28/1). Menurutnya, wacana revisi UU Pemilu, seharusnya fokus ditekankan pada bagaimana komitmen bersama melaksanakan UU yang telah ada.

Setelah UU dilaksanakan, baru evaluasi bisa dilakukan. Termasuk untuk melakukan revisi. Atas alasan itu dia menilai idealnya revisi UU dilakukan setelah Pemilu 2024.


“Apabila hendak ada perubahan, seharusnya fokus ada pada bagaimana menciptakan kualitas demokrasi yang lebih baik, dibandingkan meributkan perubahan tahun pelaksanaan pemilu,” kata Afrimadona.

Menurutnya, desakan agar pilkada 2022 dan 2023 tetap dilakukan untuk menghindari banyaknya pejabat pelaksana tugas (Plt) di daerah dalam penanganan Covid-19 juga tidak relevan.

“Sebab, dalam penanganan Covid-19, kesinambungan antara pemerintah pusat dan daerah justru menjadi kunci utama untuk melewati krisis,” tutup Afrimadona.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya