Berita

IATA mendesak pemerintah dan industri penerbangan bekerja sama menyusun rencana untuk menghidupkan kembali transportasi udara ketika situasi pandemi terkendali/Net

Dunia

IATA: Pemerintah Dan Industri Penerbangan Perlu Menyusun Rencana Menghidupkan Transportasi Udara

KAMIS, 28 JANUARI 2021 | 12:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mendesak pemerintah negara-negara di dunia untuk bekerja sama dengan industri kedirgantaraan guna menyusun rencana menghidupkan kembali transportasi udara setelah situasi memungkinkan.

Direktur Jenderal IATA, Alexandre de Juniac menuturkan, standar global untuk vaksinasi dan sertifikasi pengujian Covid-19 perlu segera dibentuk dan menjadi prioritas.

Meski kampanye vaksinasi yang telah dimulai menunjukkan cahaya di ujung terowongan, tetapi perencanaan dan koordinasi yang cermat sangat diperlukan antara pemerintah dan industri penerbangan.


"Ini akan menjadi tantangan, karena prioritas untuk beberapa minggu dan bulan ke depan adalah penyebaran varian baru," ujarnya, seperti dikutip The Star, Kamis (28/1).

"Tapi meski krisis semakin dalam, penting untuk mempersiapkan jalan bagi dimulainya kembali penerbangan ketika situasi epidemiologi memungkinkan," lanjutnya.

Menurut de Juniac, memahami tolak ukur kebijakan pemerintah dan menyepakati standar global yang diperlukan untuk mendukung kembali ke normalitas dalam perjalanan akan memastikan bahwa transportasi udara dipersiapkan dengan baik.
Dengan begitu, industri penerbangan tidak menjadi faktor munculnya kasus impor.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya