Berita

Hewan trenggiling/Net

Dunia

Nigeria Gagalkan Penyeludupan Sisik Trenggiling Menuju Vietnam

KAMIS, 28 JANUARI 2021 | 11:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Petugas bea cukai di pelabuhan Apapa Lagos, Nigeria, menggagalkan aksi penggelapan kulit sisik trenggiling yang akan diekspor ke Vietnam. Selain sisik trenggiling, ada juga gading gajah. Semuanya dikemas dan disembunyikan di antara barang-barang furnitur, seperti yang dilaporkan AFP, Rabu (27/1).

Pengawas area, Mohammed Abba-Kura mengatakan, kiriman ilegal itu telah disita aparat.

“Benda itu disembunyikan di antara kayu gelondongan di dalam peti kemas. Saat peti kemas dibuka, semula memang yang terlihat kayu gelondongan. Setelah pemeriksaan secara mendetail, ditemukan gading gajah dan sisik trenggiling di antara kayu gelondongan,” ujar Abba-Kura.


Dari peti kemas yang disita, ditemukan 162 karung sisik trenggiling, 57 karung campuran spesies langka seperti gading / tanduk binatang, tulang singa, dan lain-lain.

Berat keseluruhan barang-barang ilegal itu adalah 8.800 kilogram dengan nilai sekitar 952 juta naira atau 2,5 juta euro di pasar gelap.

Nigeria adalah pusat utama bagi para pedagang yang mengirimkan sisik trenggiling Afrika ke Asia.

Abba-Kura  mengatakan barang-barang ilegal itu semula akan dikirim ke Haiphong, Vietnam sebelum dicegat. Petugas bea ckai juga telah menangkap seorang tersangka.

Trenggiling diyakini sebagai mamalia yang paling banyak diperdagangkan di dunia yang menyumbang sebanyak 20 persen dari semua perdagangan satwa liar ilegal. Di Tiongkok, sisik trenggiling digunakan sebagai obat berbagai penyakit seperti stroke.

Nigeria telah melakukan penyitaan besar-besaran atas penyeludupan ilegal potongan hewan-hewan dalam beberapa tahun terakhir sejalan dengan Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Terancam Punah.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya