Berita

Miliarder Bill Gates/Net

Dunia

Bill Gates: Akan Ada Pandemi Yang Lebih Besar Di Masa Depan, Dunia Harus Bersiap Mencegahnya

KAMIS, 28 JANUARI 2021 | 08:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Belum juga usai pandemi Covid-19 yang saat ini tengah melanda dunia, miliarder Bill Gates sudah mengeluarkan peringatan lain yang cukup mengerikan.

Dalam suratnya yang dirilis pada Rabu (27/1), Gates memperingatkan bahwa dunia harus bersiap untuk menghadapi pandemi berikutnya. Layaknya akan terjadi sebuah perang besar, dunia harus berjaga-jaga, salah satunya dengan melakukan tindakan pencegahan berupa investasi puluhan miliar dolar setiap tahun.

"Ancaman pandemi berikutnya akan selalu membayang di kepala kita, kecuali dunia mengambil langkah untuk mencegahnya." tulis pendiri Microsoft dalam surat tahunan, seperti dikutip dari AFP, Kamis (28/1).


Kesiapsiagaan pandemi harus ditanggapi dengan seserius mungkin, menurutnya, demi menghindari kehancuran di masa depan yang disebabkan oleh Covid-19.

Ia memperingatkan, menghentikan pandemi berikutnya akan membutuhkan pengeluaran puluhan miliar dolar per tahun. Pandemi Covid-19 diperkirakan merugikan dunia sebanyak 28 triliun dolar AS, menurut Gates.

"Dunia perlu menghabiskan miliaran untuk menyelamatkan triliunan (dan mencegah jutaan kematian)," ungkap miliarder tersebut.

Tokoh yang dinobatkan sebagai orang terkaya ketiga di dunia versi majalah Forbes itu mendesak negara-negara kaya untuk menyediakan sebagian besar investasinya.

"Investasi dalam teknologi diagnostik dan vaksinasi di masa depan harus dilengkapi dengan sistem peringatan global, yang tidak kita miliki dalam skala besar saat ini. Agar memungkinkan epidemi untuk dideteksi dan ditanggapi lebih awal," kata surat itu.

Gates terkenal menyuarakan peringatan tentang risiko pandemi global pada konferensi TED 2015.

Yayasan Bill & Melinda Gates telah menginvestasikan 1,75 miliar dolar AS untuk memerangi pandemi virus corona, serta mempromosikan dan mendanai proyek inokulasi di negara-negara berkembang.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya