Berita

Vaksin Covid-19/Net

Dunia

Ketika Negara Miskin Sulit Dapat Vaksin, AS Gencar Amankan 600 Juta Dosis

RABU, 27 JANUARI 2021 | 13:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintahan baru Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden berupaya untuk mengamankan 200 juta dosis tambahan vaksin Covid-19. Dengan begitu AS dapat melakukan vaksinasi untuk 300 juta orang pada musim panas ini.

Gedung Putih mengungkap, pemerintah sedang bekerja untuk mendapatkan 100 juta dosis vaksin dari masing-masing Pfizer dan Moderna. Kedua vaksin Covid-19 itu telah mendapatkan persetujuan penggunaan dari Administrasi Obat dan Makanan (FDA).

"Ini meningkatkan total pesanan vaksin untuk AS sebesar 50 persen, dari 400 juta menjadi 600 juta, dengan dosis tambahan diharapkan diberikan musim panas ini," ujar Gedung Putih, seperti dikutip Reuters.


Dengan total dosis tersebut, Gedung Putih menyebut AS akan bisa memvaksinasi 300 juta orang pada akhir musim panas.

Sebelumnya, Sekretaris Pers Gedung Putih Jan Psaki mencatat bahwa pemerintahan Biden telah bekerja sepanjang waktu untuk membuat kemajuan dalam vaksinasi sebanyak mungkin untuk orang Amerika.

"Meningkatkan pasokan vaksin dan membangun kerjasama yang lebih baik antara pemerintah federal dan negara bagian serta para pemimpin lokal di lapangan adalah kunci untuk menyelesaikannya," terang Psaki.

Sementara AS berupaya untuk mendapatkan vaksin bagi seluruh warganya, banyak negara-negara berkembang dan miskin yang kesulitan mendapatkan pasokan.

Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa bahkan memberikan peringatan kepada negara-negara kaya untuk tidak menimbun vaksin dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) pada Selasa.

"Negara-negara kaya di dunia memperoleh vaksin dalam dosis besar. Beberapa negara bahkan memperoleh hingga empat kali lipat dari kebutuhan populasi mereka, mengesampingkan negara lain," ujar Ramaphosa.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya