Berita

Lambang BPJS Ketenagakerjaan/Net

Politik

Projo Karya Ingin Calon Berintegritas Terpilih Jadi Direksi BPJS Ketenagakerjaan

RABU, 27 JANUARI 2021 | 11:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Aksi Sekretariat Negara mengumumkan nama calon direksi BPJS Ketenagakerjaan yang terseleksi dipermasalahkan.

Ketua Umum Relawan Projo Karya Budianto Tarigan mengaku khawatir Setneg ikut cawe-cawe dalam penyaringan sejumlah nama yang menjadi calon direksi dan dewan pengawas tersebut.

Dia mengingatkan bahwa sejumlah nama yang dikirim Pansel BPJS Ketenagakerjaan memang terlebih dulu akan diterima oleh Setneg.


“Sebelum kemudian disampaikan kepada presiden,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (27/1).

Ada kuota tertentu bagi panitia seleksi untuk mengirimkan jumlah nama ke Setneg. Perpres 81/2015 menyebut bahwa jumlah nama yang dikirim seharusnya 14 orang. Jika lebih dari 14 nama, maka pansel bisa dinilai menyalahi prosedur. Artinya, hasil seleksi juga bisa dianggap tidak sah.

Terlepas dari jumlah tersebut, Budianto mempermasalahkan sikap Setneg yang mengumumkan hasil seleksi akhir tanpa didampingi ketua Pansel BPJS Ketenagakerjaan.

“Dalam hal ini, Setneg melakukan offside karena melampaui tugas dan kewenangan pansel,” tegas mantan Wakil Ketua Umum Projo periode 2014 hingga 2019 itu.

Lebih lanjut, Budianto mengajak publik untuk terus mengikuti dan mengawasi 14 nama calon direksi BPJS Ketenagakerjaan yang dinyatakan lolos. Ini menjadi penting lantaran calon direksi akan mengelola ratusan triliun rupiah dana pekerja, sehingga integritas dan kejujuran merupakan hal yang mutlak.

Jangan sampai, sambungnya, calon yang dipilih nanti tidak memiliki integritas, sehingga berujung pada nama baik Presiden Joko Widodo. Apalag, Projo Karya mencatat ada nama calon direksi yang pernah gagal uji kelayakan dan kepatutan di lembaga lainnya.

Budianto juga tidak ingin Setneg berpolitik dan berkepentingan dalam proses seleksi tersebut.

“Setneg jangan berpolitik dan berkepentingan. Kami khawatir nanti akan menjatuhkan kredibilitas dan nama baik Pak Jokowi jika direksi yang terpilih kelak bermasalah,” kata Budianto.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya