Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Australia Ekstradisi Dua Pelaku Penipuan SMS Berlangganan Ke AS

RABU, 27 JANUARI 2021 | 10:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Australia mengekstradisi dua pelaku penipuan SMS berlangganan ke Amerika Serikat (AS) yang sudah merugikan lebih dari 50 juta dolar atau setara dengan Rp 703 miliar (Rp 14.000/dolar AS).

Departemen Kehakiman AS menuturkan, kedua pelaku tersebut adalah Michael Pearse, warga negara Australia dan Yongchao Liu atau Kevin Liu, warga negara China yang tinggal di Australia.

Kedua pria tersebut telah tiba di AS pada Senin (25/1).


Pearse dan Liu diduga telah menipu ratusan ribu orang Amerika dengan mengirimi mereka SMS yang tidak diminta melalui modus "berlangganan otomatis".

Menurut departemen, keduanya bekerja untuk sebuah berusahaan bernama Bullroarer, yang berafiliasi dengan entitas lain bernama Tatto, yang juga menjalankan modus penipuan serupa.

Dalam menjalankan modusnya, kedua pelaku membeli banyak nomor dari rekan mereka yang ikut berkonspirasi di Mobile Messenger yang berbasis di AS.

"Pearse, Liu dan rekan konspirator mereka kemudian bekerja untuk mengirim pesan teks yang tidak diminta ke nomor telepon seluler lainnya untuk mendaftarkan pelanggan tersebut ke layanan pesan teks premium tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka," jelas departemen.

Adupun, menurut departemen, SMS berlangganan tersebut terkait dengan berbagai topik seperti horoskop, gosip selebriti, dan fakta trivia.

Jika terbukti bersalah, keduanya bisa menghadapi hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya