Berita

Ilustrasi Vaksin Covid-19/Net

Jaya Suprana

Perang Vaksin Anti Corona

SELASA, 26 JANUARI 2021 | 20:27 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

AKIBAT pagebluk virus Corona muncul perang jenis baru. Perang antara para perusahaan farmasi sengit bertarung memperebutkan pasar vaksin luar biasa lukratif karena umat manusia memang sangat membutuhkan bahkan mendambakan vaksin anti Corona.

Perang Promosi
Yang sengit berperang bukan hanya perusahaan farmasi namun juga para negara di mana produsen vaksin masing-masing berada.

Negara-negara adikuasa seperti Amerika Serikat, Rusia, China, Jepang, Jerman, Prancis gigih membela pabrik vaksin masing-masing dengan mengklaim produk vaksin masing-masing adalah yang terbaik di antara sekian banyak vaksin anti Corona yang dipaksakan seolah mengejar waktu demi duluan merebut pangsa pasar.

Negara-negara adikuasa seperti Amerika Serikat, Rusia, China, Jepang, Jerman, Prancis gigih membela pabrik vaksin masing-masing dengan mengklaim produk vaksin masing-masing adalah yang terbaik di antara sekian banyak vaksin anti Corona yang dipaksakan seolah mengejar waktu demi duluan merebut pangsa pasar.

Semangat siapa-cepat-siapa-dapat membabibutatulikan para produsen vaksin beserta para distributor. Masing-masing produsen vaksin tidak segan menyewa pemengaruh dan buzzer bayaran yang bukan hanya memuja vaksin produksi produsen vaksin  sebagai yang terbaik namun juga giat melecehkan produk vaksin lain sebagai yang terburuk.

Sementara WHO tidak sudi ikut campur dalam promosi vaksin, para produsen vaksin sibuk menyewa para pemasar profesional  untuk mati-matian mempromosikan vaksin masing-masing sebagai yang termanjur.

Para produsen juga merayu pemberi ijin vaksin dengan menghalalkan segala cara.

Badan pemberi izin vaksin di Brasil sempat mempromosikan kemanjuran vaksin impor sampai 90 persen namun akibat presiden Brasil skeptis maka cepat-cepat menurunkan angka kemanjuran sampai nyaris 50 persen.

Nurani Versus Naluri

Norwegia jujur mengumumkan jumlah korban kegagalan vaksin yang terburu-buru dipaksakan kepada masyarakat. Tidak semua negara sejujur Norwegia maka merahasiakan angka morbiditas dan mortalitas yang sebenarnya demi menjaga kewibawaan penguasa yang sedang berkuasa.

Akibat kemelut perang vaksin, konsumen sulit membedakan berita mana yang benar dan berita mana yang hoax tentang morbiditas apalagi mortalitas para penerima vaksin.

Di sini memang dibutuhkan kejujuran pemerintah untuk memaklumatkan data yang benar-benar benar serta sepenuhnya bisa dipertanggung-jawabkan. Bukan demi kepentingan pemerintah namun benar-benar demi kepentingan rakyat yang sedang prihatin dirundung angkara murka virus Corona yang makin merajelela memangsa manusia.

Taruhan keamanan vaksin memang bukan sekadar kewibawaan penguasa namun kesehatan bahkan nyawa manusia.

Tidak ada perbatasan mampu membatasi wabah virus Covid-19 yang dibawa oleh sarana transport darat, laut dan udara untuk menular dari negeri yang satu ke negeri yang lain pada masa kini planet bumi yang disebut sebagai era global.

Seyogianya segenap pemerintah di marcapada masa kini jauh lebih mengedepankan nurani kemanusiaan ketimbang naluri kerakusan profit serta kekuasaan belaka.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya