Berita

Foto ilustrasi/Net

Suluh

Bansos Saja Dikorupsi, Pemerintah Tidak Malu Minta Wakaf Uang Ke Masyarakat

SELASA, 26 JANUARI 2021 | 12:34 WIB | OLEH: RUSLAN TAMBAK

Dalam rangka menggelorakan masyarakat untuk melakukan wakaf, Presiden RI Joko Widodo meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) dan Brand Ekonomi Syariah Tahun 2021, Senin (25/1).

Wakil Presiden Maruf Amin yang hadir saat peluncuran mengatakan, wakaf adalah salah satu ajaran Islam yang memuat pesan kepedulian, berbagi, dan upaya melakukan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Wakaf juga memiliki dimensi ekonomi, dan dapat dijadikan instrumen dalam mengatasi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.


Wakaf disebut juga sebagai sedekah jariyah. Maksudnya amal sedekah yang pahalanya akan terus mengalir kepada pelakunya (wakif), selama pokok harta benda yang disedekahkan itu masih ada dan hasilnya dimanfaatkan untuk perbuatan kebajikan.

Wapres Maruf mengatakan, potensi wakaf uang di Tanah Air mencapai Rp 180 triliun. Potensi yang besar tersebut karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan memiliki tingkat kedermawanan yang tinggi.

Agar program ini sukses, jalan keluarnya cuma satu. Yaitu, pemerintah harus membebaskan Indonesia dari korupsi yang makin ekstrim.

Banyak pihak yang mendukung program wakaf ini. Namun, ada yang masih ragu, trauma, bahkan tidak percaya kepada pemerintah. Khawatir wakaf yang diberikan nanti akan dikorupsi.

Kata mereka, jangankan sedekah jariyah, dana bansos saja yang merupakan uang dari pajak, disunat.

Padahal, dana bansos itu diberikan kepada rakyat kecil yang terdampak akibat musibah pandemi Covid-19.

Masih ada yang trauma dengan korupsi Jiwasraya, korupsi Asabri, korupsi yang kata kejaksaan ada di BPJS ketenagakerjaan, dan terakhir bansos corona.

Wakaf atau sedekah jariyah adalah berbasis kepercayaan alis trust. Seseorang akan memberikan harta/uang miliknya hanya kepada orang atau lembaga yang tanpa cacat, memiliki rekam jejak bersih dan amanah.

Dengan adanya korupsi bansos dan korupsi-korupsi lain sebelumnya, trust masyarakat kepada pemerintah berkurang.

Apalagi dalam korupsi bansos, diduga banyak kader partai penguasa yang terlibat.

Mereka dengan santai menggarong dana bansos yang diperuntukkan kepada rakyat miskin. Perbuatan itu sangat menjijikkan sekaligus menggelikan.

Sekali lagi, agar program wakaf ini berhasil, Indonesia harus bebas dari korupsi.

Semua kasus korupsi termasuk korupsi bansos yang diduga melibatkan banyak petinggi partai tertentu agar diusut sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya.

Pemerintah dalam hal ini penegak hukum, harus berani membongkar siapa "anak pak lurah" dan "madam" dalam kasus korupsi bansos.

Yang diputuskan bersalah di pengadilan, harus dihukum seberat-beratnya, dan yang bersangkutan harus dimiskinkan.

Hal lain terkait gerakan wakaf, selain pemerintah belum mendapatkan trust dari masyarakat, sudah banyak lembaga kredibel yang dipercaya dalam menggalang dana umat.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya