Berita

Pernyataan pembentukan Kantor Mantan Presiden oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Gebrakan Baru, Trump Umumkan Pembentukan Kantor Mantan Presiden

SELASA, 26 JANUARI 2021 | 11:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Presiden Donald Trump membuat gebrakan baru dengan mengumumkan pembentukan sebuah kantor yang akan melanjutkan agenda pemerintahannya.

Kantor tersebut akan dikelola oleh mantan asisten Gedung Putih dari Palm Beach, Florida.

"Hari ini, Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald J. Trump, secara resmi membuka Kantor Mantan Presiden," bunyi pernyataan dari kantor tersebut pada Senin (25/1).


"Kantor akan bertanggung jawab untuk mengelola korespondensi, pernyataan publik, penampilan, dan kegiatan resmi Presiden Trump untuk memajukan kepentingan Amerika Serikat dan untuk menjalankan agenda Pemerintahan Trump melalui advokasi, pengorganisasian, dan aktivisme publik," lanjut pernyataan tersebut.

Dalam pernyataan tersebut juga terliat logo baru yang didesain oleh Brad Parscale, penasihat senior Trump untuk urusan data dan digital.

Pengumuman pembentukan kantor baru itu muncul pada hari yang sama ketika DPR AS mengirim dakwaan atas pemakzulan Trump ke Senat.

Trump dianggap telah menghasut pemberontakan dalam pidatonya kepada para pendukung sebelum insiden kerusuhan di Capitol Hill pada 6 Januari.

Sidang Senat terkait pemakzulan Trump diperkirakan akan dimulai pada 8 Februari.

Dalam sambutan perpisahan di hari terakhirnya sebagai presiden  pada Rabu lalu (20/1), Trump mengatakan akan kembali.

"Kami akan kembali dalam beberapa bentuk," ujarnya.

Serelah itu, Trump tidak muncul di depan umum sejak berangkat  ke resor Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida.

Sambutan Trump sendiri dianggap sebagai upaya untuk membentuk partai politik baru. Mengutip seorang sumber, Wall Street Journal melaporkan Trump berencana untuk membentuk partai bernama Partai Patriot.

Kendati begitu, pihak Trump menolak rumor tersebut dan mengatakan pria 74 tahun itu fokus untuk mendorong kemenangan Republik di DPR dan Senat pada 2022.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya