Berita

Resor Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida/Net

Dunia

Trump Makin Terisolasi, Banyak Anggota Klub Mar-a-Lago Keluar Massal

SENIN, 25 JANUARI 2021 | 13:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah meninggalkan Gedung Putih, hidup mantan Presiden Donald Trump semakin terisolasi.

Banyak anggota klub Mar-a-Lago, yang bahkan dikenal setia, diam-diam keluar dan tidak ingin berhubungan lagi dengan Trump.

Hal itu diungkap oleh seorang sejarawan Laurence Leamer yang menulis buku bertajuk "Mar-a-Lago: Inside the Gates of Power di Donald Trump's Presidential Palace".


Dalam sebuah wawancara pada Sabtu (23/1), Leamer menggambarkan Mar-a-Lago sebagai tempat yang sangat putus asa. Anggota klub tidak peduli dengan politik dan mengkritik makanan di sana yang tidak enak.

"Ini tempat yang putus asa. Ini tempat yang menyedihkan, tidak seperti sebelumnya," ujar Leamer, seperti dikutip 9News.

"Bahkan di sini, orang-orang tidak menyukainya," tambah Leamer, merujuk pada tetangga Trump yang enggan menyambut kehadirannya.

Leamer mengatakan, sejak menanggalkan jabatannya pada pekan lalu, Trump dan klubnya kehilangan arah. Bahkan anggota yang tidak puas membayar kurang dari sebelumnya.

Ketika Trump menjadi presiden, banyak anggota klub yang membayar 200 ribu dolar AS untuk keanggotaan Mar-a-Lago.

Klub Mar-a-Lago memang sudah lama dikritik. Klub itu dianggap kaku dan pengap, hanya diisi oleh memorabilia Trump yang bahkan beberapa di antaranya palsu.

Presenter Jimmy Kimmel pada Jumat (22/1) menceritakan kunjungannya ke resor klub golf itu sebelum Trump menjadi presiden.

"Anda tidak mungkin melebih-lebihkan betapa lucunya itu. Setiap orang di sana berusia 100 tahun," ujar Kimmel bercanda.

Empat tahun lalu, Kimmel mengunjungi daerah sekitar Mar-a-Lago untuk makan malam dengan Howard Stern yang tinggal di dekatnya.

Ketika itu, Kimmel menggambarkan anggota klub tersebut makan makanan lunak dan tempat itu hanya diisi oleh foto-foto Trump.

"Itu hanya tempat yang sunyi dan mengerikan. Dan sekarang dia tinggal di tempat yang mengerikan itu," ucap Kimmel.

Trump tampaknya mendapatkan hantaman yang luar biasa. Setelah ditinggalkan oleh para sekutu politiknya dan klubnya, bisnis mantan presiden itu juga terganggu.

Hotel dan perusahaan Trump diketahui ikut terdampak pandemi Covid-19, meski penjualan di resor Mar-a-Lago meningkat pada tahun lalu.

Pada 2019, Trump memindahkan domisilinya dari Trump Tower di New York menjadi Mar-a-Lago, Palm Beach di Florida.

Meski begitu, Trump kemungkinan tidak dapat tinggal di sana secara permanen karena melanggar perjanjian 1993 dengan pemerintah kota Palm Beach.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya