Berita

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Senator Republik: Sidang Pemakzulan Trump Hanya Menuang Bensin Ke Atas Api

SENIN, 25 JANUARI 2021 | 12:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) akan menghadapi sidang pemakzulan di Senat pada 8 Februari. Partai Demokrat juga telah menyatakan kesiapan upayanya untuk memakzulkan Trump.

Meski begitu, Partai Republik meragukan jika Demokrat berhasil untuk memakzulkan Trump.

Berdasarkan konstitusi, Trump dapat dimakzulkan jika Demokrat mendapat dua pertiga mayoritas Senat. Saat ini, Demokrat memiliki 50 kursi di Senat, sehingga harus mengamankan 17 kursi Republik untuk memakzulkan Trump.


Meskipun sejumlah anggota parlemen Partai Republik di DPR mendukung pemakzulan Trump, tetapi Senator Republik Marco Rubio meragukan jika Demokrat dapat mengumpulkan suara di Senat.

Menurut Rubio, persidangan pemakzulan Trump hanya akan memperburuk perselisihan yang merugikan negara.

"Saya pikir persidangan itu bodoh. Saya pikir itu kontraproduktif. Kami sudah memiliki api yang berkobar di negara ini dan (sidang pemakzulan) seperti menuangkan banyak bensin ke atasnya," ujar anggota Republik di Komite Intelijen Senat itu pada Minggu (24/1).

DPR sendiri telah mengesahkan pemakzulan Trump dengan alasan Presiden AS ke-46 itu bertanggung jawab atas kerusuhan di Capitol Hill pada 6 Januari yang menewaskan lima orang.

Ketua DPR Nancy Pelosi diperkirakan akan mengajukan dakwaan pemakzulan ke Senat pada Senin (25/1).

Rubio sendiri mengakui kesalahan Trump yang mendesak ribuan pendukungnya berkumpul di Washington untuk memprotes hasil pemilu. Tetapi ia tetap tidak menyetujui pemakzulan Trump tersebut.

Ikut menentang sidang pemakzulan itu, Senator Republik Mike Rounds mengatakan status Trump saat ini adalah mantan presiden atau warga negara biasa. Sehingga ia berpendapat Senat tidak berwenang mengadili Trump.

Trump menjadi orang pertama yang dimakzulkan setelah menanggalkan statusnya sebagai presiden. Ia juga menjadi yang pertama yang menghadapi dua kali pemakzulan.

Terkait dengan pemakzulan Trump, Biden tampaknya telah lepas tangan. Jurubicaranya, Jen Psaki mengatakan presiden menyerahkan proses tersebut kepada Senat dan Kongres.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya