Berita

Dampak pandemi Covid-19 telah memperbesar ketimpangan ekonomi global/Net

Bisnis

Ketimpangan Ekonomi Kian Meradang, Oxfam: Orang Kaya Harus Menyumbang Dengan Adil

SENIN, 25 JANUARI 2021 | 09:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Organisasi nirlaba asal Inggris, Oxfam mengeluarkan laporannya terkait masalah kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di dunia saat ini, di tengah pandemi Covid-19.

Laporan yang dirilis pada Senin (25/1), sebelum pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) itu menunjukkan, 1.000 orang terkaya di dunia berhasil menutup kerugian mereka pada awal panemi karena kenaikan kembali pasar saham.

Sebaliknya, butuh waktu lebih dari satu dekade bagi orang-orang termiskin di dunia untuk memulihkan kerugian mereka, seperti dikutip dari AP.


Menurut Oxfam, dampak pandemi Covid-19 akan menyebabkan peningkatan terbesar ketimpangan global yang pernah tercatat, kecuali pemerintah mengatur ulang ekonomi mereka.

"Ekonomi yang dicurangi menyalurkan kekayaan kepada elit kaya yang keluar dari pandemi dalam kemewahan, sementara mereka yang berada di garis depan pandemi, asisten toko, petugas kesehatan, dan pedagang pasar, berjuang untuk membayar tagihan dan menyediakan makanan di atas meja," jelas Direktur Eksekutif Oxfam International, Gabriela Bucher.

Berdasarkan data dari Forbes untuk Daftar Miliarder 2020, Oxfam menyebut, 10 orang terkaya di dunia mendapatkan tambahan setengah triliyn dolar sejak pandemi. Padahal, ekonomi global lebih kecil.

Sementara itu, dengan menggunakan data yang khusus disediakan oleh Bank Dunia, Oxfam mengatakan bahwa dalam skenario terburuk, tingkat kemiskinan global pada 2030 akan lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi melanda, dengan 3,4 miliar orang masih hidup dengan kurang dari 5,50 dolar AS per hari.

Bucher mengatakan, perempuan, minoritas ras dan etnis yang terpinggirkan menanggung beban krisis tersebut dan lebih mungkin didorong ke dalam kemiskinan hingga sulit mendapatkan perawatan.

Untuk itu, Bucher mendesak pemerintah untuk memastikan bahwa setiap orang harus memiliki akses ke vaksin dan sukungan keuangan. Kebijakan dunia pasca pandemi juga harus fokus pada pengetasan kemiskinan dan perlindungan planet.

"Mereka harus berinvestasi dalam layanan publik dan sektor rendah karbon untuk menciptakan jutaan pekerjaan baru dan memastikan setiap orang memiliki akses ke pendidikan yang layak, kesehatan, dan perawatan sosial," jelas Bucher.

"Mereka (juga) harus memastikan individu dan perusahaan terkaya menyumbangkan bagian pajak yang adil untuk membayar untuk itu," tambahnya.

"Langkah-langkah ini tidak boleh menjadi solusi band-aid untuk masa-masa sulit tetapi 'normal baru' dalam ekonomi yang bekerja untuk kepentingan semua orang, bukan hanya beberapa orang yang memiliki hak istimewa," imbuh Bucher.

Pekan ini 25 hingga 29 Januari,, para elit bisnis dan politik dunia akan berkumpul pada pertemuan WEF secara virtual.

Mereka yang akan bergabung termasuk Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri India Narendra Modi, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. Para kepala eksekutif hingga aktivis lingkungan seperti Greta Thunberg juga akan hadir di sana.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya