Berita

Iron Dome/Net

Dunia

Lindungi Pasukan Dari Iran, AS Kerahkan Iron Dome Di Pangkalan Militer Sekitar Teluk Persia

SENIN, 25 JANUARI 2021 | 08:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Israel dilaporkan memberi izin Washington untuk menempatkan sistem pertahanan udara Iron Dome di pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Teluk Persia.

Dalam laporannya pada Minggu (24/1), Haaretz tidak menyebutkan pangkalan AS di negara mana yang akan ditempatkan Iron Dome. Tetapi langkah itu diambil untuk melindungi pasukan AS dari serangan Iran.

AS sendiri memiliki sejumlah pangkalan militer di Teluk Persia. Dua pangkalan laut dan dua pangkalan udara di Kuwait, dua  pangkalan laut dan satu pangkalan udara di Bahrain, Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, serta pangkalan militer lainnya di Uni Emirat Arab dan Oman.


Pangkalan Udara Al Udeid merupakan markas Komando Pusat AS yang bertanggung jawab atas operasi di kawasan Timur Tengah, Afrika, Afghanistan, dan Pakistan. Pangkalan ini hanya terletak 100 km dari pantai Iran.

Pada Januari 2020, ketika Iran melancarkan serangan rudal balistik di dua pangkalan militer AS di Irak sebagai tanggapan atas pembunuhan Mayjen Qasem Soleimani, sistem pertahanan udara pangkalan gagal mencegat serangan.

Selain di Teluk Persia, mengutip sumber dari Pentagon, laporan itu juga mengungkap Iron Dome akan ditempatkan di Eropa Timur untuk melindungi pasukan AS dari Rusia.

Pengerahan itu kemungkinan dilakukan karena kemampuan rudal Moskow yang jauh lebih maju dari Iran, termasuk adanya rudal balistik antarbenua dan senjata hipersonik.

Berdasarkan kesepakatan pertahanan yang ditandatangani pada 2019, Israel menyerahkan dua baterai Iron Dome dan peralatan pendukungnya ke Pentagon. Ke depannya, sistem akan dibangun dengan kerja sama Rafael dan Raytheon.

Israel mulai menggunakan Iron Dome pada tahun 2011, dengan sistem pertahanan rudal melaporkan tingkat keberhasilan 90 persen dan lebih dari 2.000 intersepsi rudal primitif, drone, dan roket Grad yang diluncurkan oleh Hizbullah dan milisi Gaza. Meski begitu Iron Dome belum diuji terhadap aktor negara besar yang dilengkapi dengan kemampuan balistik dan jelajah canggih.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya