Berita

Ambroncius Nababan/Net

Politik

Ambroncius Mainkan Isu Rasisme, Relawan Jokowi: Jangan Dibesar-besarkan Kasusnya, Serahkan Pada Penegak Hukum

MINGGU, 24 JANUARI 2021 | 21:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Aparat penegak hukum diharapkan untuk mencari dalang yang memainkan isu rasisme hingga ramai di media sosial.

Isu rasisme yang dimaksud adalah, munculnya postingan dari Ketua Relawan Pro Demokrasi (Projamin), Ambroncius Nababan.

Ketua Umum Barisan Penggerak Rakyat Jokowi (Barak Join), Ali Nugroho menilai, isu rasisme merupakan isu lama yang juga pernah terjadi pada 2018 silam.


"Saat ini sangat kencang, banyak orang-orang yang bertujuan untuk mendiskreditkan Jokowi. Baik itu di dalam maupun diluar. Bermain isu rasis sangat tidak dibenarkan karena ada penghukumannya atas konsekuensi dari tindakan tersebut yang sudah diatur dalam UU," ujar Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (24/1).

Sehingga kata Ali, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mendalami.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Tapi jangan pula dibesar-besarkan kasusnya. Karena itu isu lama. Yang harus dicari adalah siapa yang memainkan isu tersebut sehingga ramai di publik," kata Ali.

Ali pun juga berharap kepada siapapun yang tidak suka dengan pemerintah, untuk lebih mendidik rakyat dengan politik yang baik.

"Jangan penuh hasutan buruk, mencaci maki, terus menabuh kebencian. Jangan pecah belah anak bangsa ini dengan ambisi kekuasaan belaka penuh angkara murka.Sesungguhnya apa pun yang diri sendiri lakukan akan berbalik akibatnya bagi dirinya pula," pungkas Ali.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya