Berita

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Riyan Hidayat/Net

Politik

PGK Minta Jokowi Sendiri Yang Jelaskan Alasan Memilih Sigit

SABTU, 23 JANUARI 2021 | 17:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komjen Listyo Sigit Prabowo telah disetujui DPR RI sebagai Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis. Kabareskrim itu tinggal menunggu pelantikan di Istana.

Menunggu pelantikan Sigit oleh Presiden Joko Widodo, Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) masih menunggu pernyataan langsung dari Kepala Negara, apa sebenarnya alasan mendasar penunjukan Sigit jadi calon tunggal Kapolri.

"Mohon Pak Jokowi kasih statement. Prestasi apa yang membuat Pak Sigit bisa melangkahi senior-seniornya menjadi Kapolri?" ujar Sekretaris Jenderal PGK Riyan Hidayat, Sabtu (23/1).

Menurut catatan mereka, track record Sigit selama ini juga biasa saja. Tidak ada prestasi yang menonjol atau istimewa.

"Emosi publik soal kasus hukum Djoko Candra belum selesai. Terbunuhnya enam laskar FPI juga belum selesai. Belum lagi kasus kerusakan alam disebabkan oleh eksploitasi perusahaan kongolomerasi yang semakin parah yang hari ini membuat bencana," tutur Riyan Hidayat, yang merupakan mantan Ketua BEM UIN Jakarta itu.

Dari catatan-catatan itu, PGK heran mengapa sosok Sigit bisa melampaui senior-seniornya dari angkatan 87 sampai 90. Padahal, banyak diantara seniornya itu merupakan peraih bintang Adhi Makayasa atau lulusan terbaik di angkatannya, dan punya prestasi cemerlang selama berkarir di Polri.

"Menurut saya, Pak Jokowi terlalu jauh masuk ke internal Polri, terpilihnya Pak Sigit patut diduga sangat politis, karena berdasarkan kedekatan dengan Presiden," tegas Riyan Hidayat.

Sistem rekrutmen seperti ini jelas menjadi preseden buruk. Semestinya, Kapolri yang diangkat adalah yang memiliki banyak prestasi, bukan karena kedekatan politik.

"Kita berdoa semoga Polri tidak sampai membentuk partai politik," tutup Riyan Hidayat.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebelumnya sudah menjelaskan alasan Presiden Jokowi memilih Komjen Listyo Sigit Prabowo jadi calon Kapolri.

Menurut Moeldoko, Jokowi punya kriteria-kriteria khusus dalam menentukan nama calon Kapolri. Listyo dinilai memenuhi seluruh kriteria tersebut.

"Kan semua ada kriteria. Kapasitas, kapabilitas, loyalitas, integritas, itu bagian dari semua itulah," kata Moeldoko kepada wartawan, Rabu (20/1).

Mantan Panglima TNI itu membantah isu Listyo jadi calon kapolri karena kedekatan, dimana Sigit pernah jadi ajudan Jokowi. Moeldoko memastikan Listyo dipilih karena memiliki kualitas dan rekam jejak prestasi yang baik selama berdinas di Polri.

Populer

PDIP: Daripada Beli Peternakan Di Belgia, Erick Thohir Sebaiknya Kelola BPTUHPT Padang Mengatas

Senin, 19 April 2021 | 14:47

Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik

Senin, 19 April 2021 | 19:19

Rocky Gerung: Bocoran Bambang Brodjonegoro Menunjukkan Presiden Memang Cuma Petugas Partai

Selasa, 13 April 2021 | 12:50

Natalius Pigai: Sejak Dilantik Jubir Presiden, Baru Kali Ini Komentar Fadjroel Terbaik

Senin, 19 April 2021 | 00:38

Erdogan Marah Dijuluki Diktator, Turki Langsung Bekukan Pembelian Helikopter Dari Italia

Senin, 12 April 2021 | 08:45

Pilih Jalur PTUN Terkait Demokrat, Moeldoko Diprediksi Akan Temui Jalan Buntu

Sabtu, 17 April 2021 | 19:42

Soal Perkara Habib Rizieq, Untung Pandemi, Kalau Tidak Masyarakat Sudah Tumpah Karena Marah

Sabtu, 17 April 2021 | 22:14

UPDATE

Turki Bersedia Bersahabat Dengan Mesir, Tapi Tetap Tak Terima Ikhwanul Muslimin Dicap Kelompok Teroris

Kamis, 22 April 2021 | 06:29

Putin: Siapa Pun Yang Memprovokasi Rusia Dan Melewati Garis Merah, Dia Akan Menyesal

Kamis, 22 April 2021 | 06:12

Polemik Vaksin Nusantara, Melki Laka Lena: Komunikasi Peneliti Dan BPOM Enggak Jalan

Kamis, 22 April 2021 | 06:01

Pesimistis Rizal Ramli, Cita-cita Indonesia Bebas Krisis Mustahil Karena Menteri Keuangan Terbalik

Kamis, 22 April 2021 | 05:41

Dibanding Menteri Lain, Airlangga Paling Loyal Kepada Presiden Jokowi

Kamis, 22 April 2021 | 05:15

Dahlan Iskan: Bapaknya Vaksin Nusantara Itu AS, Ibunya Indonesia

Kamis, 22 April 2021 | 04:43

Tumbuh 20 Persen

Kamis, 22 April 2021 | 04:30

Adhie Massardi: Erick Thohir Cukup Bersihkan Orang-orang Islamophobia Di BUMN Sebagai Kado Lebaran Terindah

Kamis, 22 April 2021 | 04:08

Ada Skenario Untuk Memecah Umat Islam Di Balik Tingkah Jozeph Paul Zhang

Kamis, 22 April 2021 | 03:26

Dugaan Korupsi Dana Ponpes, Kejati Diminta Fokus Periksa Pejabat Biro Kesra Dan Presidium FSPP

Kamis, 22 April 2021 | 02:35

Selengkapnya