Berita

Laut China Selatan/Net

Dunia

China Ijinkan Penjaga Pantai Tembaki Kapal Asing Di Wilayah Yang Diklaimnya

SABTU, 23 JANUARI 2021 | 17:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China dilaporkan telah mengesahkan undang-undang yang secara eksplisit mengizinkan penjaga pantainya untuk menembaki kapal asing yang memasuki wilayah yang diklaim sebagai miliknya. Penerbitan UU yang kontroversial ini dinilai dapat memicu gejolak baru di Laut China Selatan.

Dalam laporannya pada Sabtu (23/1), Kantor berita resmi Xinhua mengatakan bahwa undang-undang tersebut  ditujukan untuk menjaga kedaulatan nasional, keamanan, dan hak maritim. Undang-undang tersebut akan berlaku mulai 1 Februari mendatang.

Dalam undang-undang tersebut ada peraturan yang mengatakan bahwa Penjaga Pantai China akan diizinkan untuk mengambil "semua cara yang diperlukan," termasuk penggunaan senjata, untuk menghentikan atau mencegah ancaman dari kapal asing, menurut teks yang dirilis oleh Xinhua, seperti dikutip kembali oleh Bloomberg, Sabtu (23/1).


Dalam undang-undang baru tersebut, personel penjaga pantai juga akan diizinkan untuk naik dan memeriksa kapal asing yang beroperasi di perairan yurisdiksi China, istilah yang mencakup wilayah yang diklaim oleh negara lain.

Selama ini China memiliki sengketa kedaulatan maritim dengan Jepang di Laut China Timur dan dengan beberapa negara Asia Tenggara di Laut China Selatan. Mereka juga sering mengirim penjaga pantainya untuk mengusir kapal penangkap ikan dari negara lain, terkadang mengakibatkan kontak fisik dengan mereka.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, pada pertemuan reguler hari Jumat (22/1), mengatakan bahwa penerbitan UU itu adalah produk National People's Congress (NPC) yang normal, dan bahwa China tetap berkomitmen menegakkan perdamaian dan stabilitas di perairan yang diklaim dan disengketakan negara itu dengan banyak negara lain.

Awal pekan ini, para diplomat Jepang dalam panggilan konferensi dengan rekan-rekan China menyatakan penentangan keras terhadap serangan berulang-ulang terhadap kapal-kapal negara itu di dekat Kepulauan Senkaku yang disengketakan.

Undang-undang tersebut merupakan langkah terbaru China untuk memberdayakan penjaga pantainya. Pasukan penjaga pantai China didirikan pada 2013 dengan menggabungkan beberapa badan maritim dan merupaka bagian dari  Polisi Bersenjata Rakyat China (PAP) pada 2018. Armada tersebut telah meningkatkan kehadirannya di perairan yang disengketakan baru-baru ini, termasuk perselisihan dengan Vietnam di Vanguard Bank, Laut Cina Selatan pada tahun 2019.

Langkah itu juga dapat mendorong negara-negara lain untuk meningkatkan kehadiran militer mereka di perairan tersebut, termasuk Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien yang mengatakan tahun lalu bahwa Penjaga Pantai AS ingin memperluas kehadirannya di Pasifik.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya