Berita

Tentara yang tidur di area parkir di luar Gaedung Capitol Hill/Net

Dunia

Anggota Parlemen Marah Lihat Tentara Nasional Bergeletakkan Di Lantai Parkir Capitol Yang Dingin

SABTU, 23 JANUARI 2021 | 09:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Foto puluhan tentara Garda Nasional yang beristirahat dan bergeletakkan di area parkir Gedung Capitol beredar luas dan menjadi viral, memancing kemarahan sejumlah anggota parlemen AS pada Jumat (22/1).
 
Para tentara yang dikirim untuk mengamankan Washington itu diduga telah diusir oleh Kepolisian Capitol AS.

Beberapa hari sebelumnya, bahkan sejak sebelum pelantikan Presiden Joe Biden digelar pada Rabu (20/1) waktu setempat, para personel Garda Nasional diperbolehkan beristirahat di beberapa area di dalam kompleks Gedung Capitol. Foto-foto saat mereka beristirahat di dalam gedung Capitol banyak tersebar.


Namun, sejak beberapa hari lalu, mereka kini tidur di luar gedung, di area parkir yang dingin.

Sekitar 25 ribu tentara Garda Nasional dari 50 negara bagian AS, tiga wilayah dan Distrik Columbia, dikerahkan untuk mengamankan Gedung Capitol AS saat pelantikan Biden digelar, beberapa tetap akan ditugaskan di Washington DC setelah pelantikan. Namun, kini mereka 'terusir' setelah ada perintah bahwa gedung dikosongkan dan para tentara itu tidak diijinkan berada di dalam.

Salah satu tentara mengatakan mereka tidur di lantai yang dingin setelah apa yang telah mereka berikan selama pengawalan. Ia mengatakan dirinya merasa dikhianati, setelah semua tugas berjalan mulus.

"Setelah semuanya berjalan mulus, kami dianggap tidak berguna dan dibuang ke sudut garasi parkir," ucapnya, seperti dikutip dari CNN, Jumat (22/1).

Senator Tim Ryan, yang memimpin subkomite yang mengawasi anggaran Kepolisian Capitol, mengatakan tim kepolisian harus menjelaskan soal ini.

"Jika Kepolisian Capitol dengan cara dan bentuk apa pun mendorong Penjaga Nasonal keluar dan beristirahat di garasi yang dingin, maka akan ada bayaran yang sangat tinggi," katanya seperti dikutip dari CTV News.

Ia bertekad akan mencari tahu kenapa para tentara bergeletakan di lokasi yang sangat tidak layak setelah mereka mencurahkan tenaga dan waktunya.

“Kami sudah mencoba membangun kembali kepercayaan dengan Kepolisian Capitol dan kami harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi,” tegas Ryan.

Biro Garda Nasional mengatakan pada Kamis bahwa dari hampir 26.000 pasukan Garda yang dikerahkan ke DC untuk pelantikan, hanya 10.600 yang tetap bertugas pasca pelantikan. Biro itu mengatakan Pengawal membantu negara bagian dengan koordinasi dan logistik sehingga pasukan bisa pulang.

Senator Jim Inhofe, mengatakan bahwa beberapa anggota kepemimpinan militer telah memberitahunya bahwa seorang perwira Polisi Capitol menyuruh para tentara itu meninggalkan dan 'mengusir' Gedung Capitol.

"Pasukan tidak bergerak sendiri," kata Inhofe, menekankan tentunya hal itu terjadi karena ada perintah. Dia merasa sangat kecewa dengan perlakuan yang diterima tentara nasional.

"Ini bukan permainan menyalahkan, tapi saya ingin tahu apa yang terjadi sehingga kami dapat memastikan itu tidak akan terjadi lagi," katanya.

Kepolisian Capitol telah meminta maaf kepada para tentara Garda Nasional dan mereka akan diizinkan untuk kembali ke Gedung.

Anggota parlemen dari Illinois, senator Tammy Duckworth dari Partai Demokrat, mengatakan ia akan memastikan bahwa tentara kembali mendapat perlakuan yang baik.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya