Berita

Presiden China Xi Jinping berpidato di sidang pleno kelima Komisi Sentral untuk Inspeksi Disiplin (CCDI) ke-19 dari Partai Komunis China (CPC) di Beijing, China, 22 Januari 2021/Net

Dunia

Xi Jinping Sebut Korupsi Masih Jadi Beban Terbesar Pemerintahannya

SABTU, 23 JANUARI 2021 | 06:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hingga saat ini korupsi masih menjadi beban pemerintahan Partai Komunis China (CPC). Presiden Xi Jinping memastikan kepada jajarannya agar lebih memperkuat kerja anti-korupsi untuk memberi keadilan kepada seluruh rakyat Tiongkok.

"Korupsi, sebagai risiko terbesar bagi pemerintahan Partai, hingga saat ini masih terjadi," kata Xi dalam pidatonya di sidang paripurna kelima Komisi Pusat Untuk Inspeksi Disiplin (CCDI) ke-19, seperti dikutip dari CGTN, Jumat (22/1).

Ia menambahkan bahwa baik jenis korupsi lama maupun baru telah saling terkait dan bahwasannya korupsi saat ini semakin terselubung dan kompleks.


Xi,  menggarisbawahi pentingnya upaya berkelanjutan dalam menangani masalah korupsi. Korupsi jelas telah mengganggu kehidupan masyarakat China di sejumlah bidang, termasuk pendidikan, perawatan kesehatan, kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.
 
Sistem pengawasan Partai dan negara perlu ditingkatkan lagi dan mengintegrasikannya dalam pembangunan sosial dan ekonomi China. Bahkan, warga juga perlu mengambil bagian dalam proses pengawasan itu, kata Xi.

Ia tidak menampik, kejahatan korupsi akan terus ada walau perjuangan anti-korupsi digalakkan. Itu adalah pekerjaan rumah partainya, untuk tetap menggerakkan anti-korupsi semaksimal mungkin.

"Tidak ada alternatif dalam pemberantasan korupsi. Kita harus terus maju meskipun ada kesulitan," kata Xi.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya