Berita

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi/Repro

Kesehatan

Bupati Sleman Positif Covid-19 Usai Divaksin, Kemenkes: Sinovac Berisi Virus Mati, Mustahil Orang Terinfeksi

JUMAT, 22 JANUARI 2021 | 19:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kabar Bupati Sleman, Sri Purnomo, terpapar Covid-19 usai mengikuti program vaksinasi dibenarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Namun, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi menegaskan, Sri Purnomo tidak mungkin terpapar karena disuntik vaksin Sinovac yang digunakan untuk tahap pertama penyutikan.

"Kita tau vaksin Sinovac berisi virus mati, sehingga hampir tidak mungkin membuat orang terinfeksi," ujar Siti dalam jumpa pers virtual yang disiarkana kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (22/1).


Dalam praktiknya, lanjut Siti, Sri Purnomo baru menerima satu kali penyuntikkan. Sementara, vaksin baru bisa membentuk kekebalan tubuh penerima ketika sudah dua kali disuntikkan.

"Bapak Sri Purnomo benar sudah melakukan vaksinasi Covid-19, untuk suntikan pertama 14 Januari 2021. Namun, beliau memang belum mendapatkan suntikan kedua," jelas Siti.

"Kita ketahui bersama, vaksinasi Covid membutuhkan dua kali doses penyuntikan.  Sebab, sistem imun butuh waktu lewat paparan yang lebih lama untuk mengetahui bagaimana cara efektif melawan virus," tambahnya.

Oleh karena itu, dia menduga Sri Purnomo sudah dalam kondisi terpapar Covid-19 saat menerima vaksin di tanggal 14 Januari yang lalu.

Karena menurutnya, waktu antara paparan dan munculnya gejala (load virus) terjadi sekitar lima sampai enam hari setelah terinfeksi.

Dalam kasus Sri Purnomo, Siti mengkalkulasi waktunya tepat. Karena, proses vaksinasi Sri Purnomo terjadi pada tanggal 14 Januari, sementara hasil positif pemeriksaan swabnya keluar di tanggal 20 Januari.

"Jika melihat rentang waktu dari Bapak Bupati, maka sangat mungkin pada saat beliau di vaksinasi beliau ini berada pada masa inkubasi Covid. Di mana, tentunya sudah terpapar Covid-19 tapi tidak mengalami gejala," tandasnya.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya