Berita

Menteri Sosial, Tri Rismaharini/Net

Politik

Beri Pekerjaan Untuk 15 Pengemis, Risma Itu Ketua BEM Atau Mensos?

JUMAT, 22 JANUARI 2021 | 14:26 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Aksi Menteri Sosial Tri Rismaharini yang mengantar 15 gelandangan dan pengemis untuk bekerja di BUMN Waskita Karya dinilai hanya simbolis semata, dan hanya mengejar pemberitaan media untuk mengerek popularitasnya.

Menurut pengamat politik, Muhammad Mualimin, jika seorang menteri dengan area kerja nasional hanya mampu memberi 15 pekerjaan pada rakyatnya, itu tak lebih dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

"Yang dibutuhkan rakyat bagaimana cara gelandangan dan pengangguran di seluruh Indonesia dapat pekerjaan, yang jumlahnya mungkin 15 juta lebih karena efek Covid-19. Pola kerja Risma ini lebih mirip Ketua BEM ketimbang Menteri Sosial," kata Mualimin yang juga Direktur LAWAN Institute, dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (22/1).

Sebagai politikus yang haus popularitas, ujar Mualimin, Risma sangat paham bahwa orang Indonesia tipe manusia yang mudah iba dan lugu.

Maka, Mensos Risma cerdas memilih kelas sosial paling bawah, yang hidupnya penuh nestapa, terlunta-lunta, untuk diberi pekerjaan yang tujuannya tentu saja demi mendulang simpati publik.

"Kenapa di Jakarta dan bukan Bogor? Kenapa bukan 15 buruh yang baru kena pecat atau 15 sarjana yang menganggur? Karena pengemis lebih potensial membetot simpati publik," tuturnya.

"Tapi mengingat jumlah gembel di Indonesia yang mencapai belasan jutaan, 15 pekerjaan tidak berarti apa-apa. Itu kecil sekali. Harusnya Risma bikin kebijakan sistematis yang dapat memaksa BUMN menyerap pengangguran di seluruh Indonesia," imbuh Mualimin.

Pola kerja simbolis untuk mendulang simpati publik, papar Mualimin, hanya bagus untuk karier pribadi seorang pejabat, tapi tidak tuntas menyelesaikan masalah negara.

Ditambahkan Mualimin, pola pencitraan semacam itu mengadopsi cara Jokowi semasa jadi Gubernur Jakarta yang sama sekali tidak menuntaskan persoalan.

"Dulu, tahun 2012, Jokowi bawa wartawan untuk meliput aksi masuk gorong-gorong. Coba sekarang lihat kondisi Jakarta, setelah 8 tahun aksi populis itu, nyatanya masih banyak trotoar rusak dan drainase mampet. Ini karena cara kerjanya hanya simbolis, cuma cari viral di media, belum sistematis dan kontinu. Lalu, Risma mau meniru Jokowi untuk menggusur popularitas Anies?" demikian Mualimin.

Populer

Satu Generasi Rusak Di Tangan Nadiem Makarim, Pengamat: Aneh Jika Lolos Lagi Pada Reshuffle Jilid II

Sabtu, 10 April 2021 | 09:11

Kuat Dan Licin, KPK Diminta Segera Tangkap Haji Isam Dan Mukmin Gunawan

Sabtu, 10 April 2021 | 12:14

Moeldoko Dikabarkan Mundur Siang Ini, Begini Kata Orang Istana

Jumat, 09 April 2021 | 10:42

Isu Tiga Periode Luntur, Jokowi Diyakini Akan Banting Setir Jadi King Maker

Jumat, 09 April 2021 | 17:33

Megawati Mengalah Untuk Jokowi, 2024 Puan Yang Mengalah Buat Ganjar?

Rabu, 07 April 2021 | 14:57

Keluar Negeri Tanpa Dokumen, Politisi PDIP Menduga Ada Main Mata Lukas Enembe Dan Pemerintah

Sabtu, 03 April 2021 | 02:35

Reshuffle Di Depan Mata, Relawan Usulkan Lima Pembantu Jokowi Ini Dicopot

Sabtu, 10 April 2021 | 11:49

UPDATE

Khofifah Minta Percepatan Penanganannya Korban Terdampak Gempa Di Lumajang

Selasa, 13 April 2021 | 00:52

Masa Pandemi, Menag Ingatkan Umat Jaga Protokol Kesehatan Covid-19 Selama Ramadan

Selasa, 13 April 2021 | 00:22

Berhasil Lindungi Masyarakat, Bukhori Yusuf Desak Mensos Lanjutkan Bantuan Sosial Tunai

Senin, 12 April 2021 | 23:56

Inilah 11 Pemenang Top Spender bjb Poin

Senin, 12 April 2021 | 23:40

Sambut Ramadhan, Pertiwi Indonesia Kirim Perlengkapan Ibadah Dan Buka Dapur Umum Ke Adonara

Senin, 12 April 2021 | 23:40

Adhie Massardi: Libatkan Masyarakat Penting Dalam Mencari Pemimpin Negeri

Senin, 12 April 2021 | 23:12

Update Bencana NTT: Korban Meninggal 179 dan Yang Belum Ditemukan 46 Orang

Senin, 12 April 2021 | 22:57

Sukseskan PON Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih Gelar Rapat Bersama Pejabat Kodam

Senin, 12 April 2021 | 22:44

Ramadhan Saat Pandemi, Anies Klaim Tahun Ini Lebih Terkendali

Senin, 12 April 2021 | 22:41

Survei: 48,2 Persen Masyarakat Merasa Kondisi Finansial Memburuk

Senin, 12 April 2021 | 22:26

Selengkapnya