Berita

Aksi teatrikal di depan KPK/RMOL

Politik

Seniman Mulai Gelisah Korupsi Menggurita Jadi Otoritarianisme, Sedang Aktivis Diam Mengabdi

JUMAT, 22 JANUARI 2021 | 10:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kegelisahan atas kondisi negeri ini ternyata telah menjalar hingga ke para pegiat seni. Mereka mulai “keluar kandang” untuk ke jalan meneriakan kegelisahan tersebut.

Salah satunya dilakukan oleh para budayawan, pemain teater, dan model yang menggelar aksi teatrikal di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu lalu (20/1).

Baca: 'Juliari Batubara' Disuntik Vaksin Oleh Dua Hakim Cantik Di Depan KPK


Dipimpin seniman kawakan Bambang Isti Nugroho (BIN) mereka menggelar aksi teatrikal berjudul “Persidangan Koruptor Bansos”. Puncak aksi ini dua model cantik menyuntik vaksin ke sebuah manekin yang wajahnya sudah ditempel gambar Juliari P. Batubara, politisi PDIP yang terjerat kasus korupsi bansos saat menjabat sebagai Menteri Sosial.

Kepada redaksi, Bambang menjelaskan bahwa teatrikal ini dilakukan dalam rangka untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Bambang tidak ingin aksi yang dilakukan justru menimbulkan kerumunan dan berujung pada penularan virus.

“Aksi ribuan orang kan tidak diperbolehkan. Jadi saya ingin menyampaikan kritik lewat teater,” ujarnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Jumat (22/1).

Aksi ini sendiri tidak lepas dari pemikiran bahwa korupsi dan otoritarianisme sudah memiliki hubungan yang erat. Sebab korupsi yang dilakukan diduga kuat sudah menggurita di lingkar pemerintah.

Bambang yakin Juliari tidak sendirian. Ada unsur-unsur elit lain yang ikut terlibat dalam korupsi bansos. Dalam hal ini, dia turut menyinggung soal ramainya pemberitaan “Anak Pak Lurah” dan “Madam Bansos”.

“Ya KPK harus membuktikan dugaan-dugaan itu,” tekannya.

Aksi teatrikal ini, sambung direktur Eksekutif Indemo itu, juga bertujuan untuk menggugah para aktivis yang cendurung diam. Khususnya mereka yang kini sudah berada di lingkaran pemerintah.

Dia berharap para aktivis bangun dari tidur dan kembali menyampaikan pesan-pesan dari rakyat kepada penguasa.

“Yang banyak korupsi itu otoriter, juga mematikan cara berpikir kritis. Saya kira mereka yang di dalam kekuasaan pura-pura tidak tahu dan menjadi bodoh,” tegasnya.

“Jadi kita juga membangunkan (aktivis), jangan mereka yang di dalam cuma diam mengabdi,” sambung Bambang.  

Aksi suntik vaksin pada Juliari sendiri merupakan sebuah metafor untuk menggambarkan bahwa korupsi yang dilakukan tidak dapat diterima akal sehat dan harus diberi efek jera yang setimpal.

“Ini (korupsi bansos) sungguh tidak dapat diterima. Itu betul-betul nggak bisa ngomong saya. Kok bisa korupsi dari hak orang miskin,” demikian Bambang Isti Nugroho.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya