Berita

Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kanwilkumham) DKI Jakarta Liberti Sitinjak/Net

Politik

Komisi III Dukung Yasonna Evaluasi Kakanwilkumham DKI Liberti Sitinjak

KAMIS, 21 JANUARI 2021 | 16:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kalangan politisi Senayan mendukung Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly untuk segera mencopot Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kanwilkumham) DKI Jakarta Liberti Sitinjak.

Pasalnya, rentetan masalah dan kasus yang terus muncul di wilayah Kanwilkumham DKI. Untuk itu tindakan tegas harus segera diambil.

Anggota Komisi III DPR RI, Supriyansyah yang mendukung dan meminta Yasonna untuk bergerak cepat. Dimana Menkumham harus bertindak lebih tegas lagi kepada jajarannya.


"Saya kira dengan rentetan kasus yang terjadi tahun 2020 kemarin, Menkumham harus segera tindak dengan mengganti kepala Kanwilkumham DKI," kata politisi Partai Golkar ini, Kamis (21/1).

Dijelaskan Supriyansyah, selama ini memang penindakan pelanggaran hanya sampai setingkat Kepala Lapas maupun Kepala Rutan yang menjabat. Seharusnya, pucuk pimpinan yang ada di tingkat daerah pun perlu dilakukan evaluasi juga.

"Karena hal itu juga demi membuat lapas menjadi lebih baik. Dan semoga di awal tahun 2021 ini sudah bisa dimulai inspeksi ke semua daerah," ucapnya.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah sebelumnya juga meminta Menkumham segera mengambil sikap untuk mengganti kepala Kanwilkumham DKI. Hal itu untuk menyelamatkan citra Kemenkumham yang sebelumnya terus diterjang berbagai isu negatif.

"Ganti kakanwil DKI untuk membersihkan masalah narkoba yang kerap muncul di pemasyarakatan. Apa yang salah, kenapa napi terus terlibat narkoba," katanya beberapa waktu lalu.

Jelas Trubus, sejak pucuk pimpinan kakanwilkumham DKI dipegang Liberti Sitinjak, berbagai masalah muncul. Mulai dari masalah narkoba, bilik penjara yang disulap menjadi "apotik" atau tempat jual beli sabu, pengendali narkoba, dan lain-lain.

"Bahkan sebelumnya ada pemasangan AC di kamar napi, hingga pemerasan napi terjadi dalam kurun waktu setahun," ujarnya.

Untuk kasus pabrik ekstasi dilakukan oleh napi rutan Salemba atas nama Ami Utomo yang kala itu menggemparkan. Pasalnya, dengan leluasanya dia menyewa kamar rumah sakit yang disulap menjadi pabrik ekstasi.

"Dugaan kami, aksi itu juga sudah sepengetahuan dari kakanwilkumham DKI. Karena napi yang sakit itu harusnya dirawat di RS Pengayoman," ungkapnya.

Bahkan, gelombang atas hal itu juga disuarakan oleh Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (Gempa) yang menggeruduk Kantor Kemenkumham, di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (20/1). Mereka menuntut Menteri Yasonna untuk segera mencopot Kakanwilkumham DKI Liberti Sitinjak.

Kordinator Aksi, Albar mengatakan, aksi yang dilakukan pihaknya karena menilai lapas dan rutan yang ada di ibukota semakin bobrok. Dan Liberty Sitinjak yang merupakan pimpinannya wajib dicopot.

Catatan Gempa, sejak dipimpin oleh Sitinjak sejak Februari 2020, berbagai masalah muncul. Hal itu diyakini mencoreng wajah Kemenkumham atas berbagai persoalan yang ada.

"Apabila ini tidak dikabulkan berarti bener dugaan orang-orang banyak bahwa ada hubungan Menteri dengan Liberti Sitinjak sebagai Kakanwilkumham DKI," ujar Albar dalam aksinya kemarin.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya