Berita

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)/Net

Politik

Petik Pelajaran Drama Politik AS, SBY: Ucapan Presiden Harus Benar Dan Jujur

RABU, 20 JANUARI 2021 | 10:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Drama politik yang terjadi di Amerika Serikat bisa dipetik sebagai pelajaran berarti. Drama itu setidaknya mengajarkan bahwa sistem demokrasi tidak sempurna, khususnya dalam tataran implementasi.

Begitu tegas Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi pelantikan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris pada hari ini.

Di mana saat proses kemenangan hingga jelang pelantikan selalu terjadi gejolak di AS, khususnya dari pendukung Donald Trump.


“Sistem demokrasi tidaklah sempurna, terutama implementasinya. Ada wajah baik dan wajah buruk dalam demokrasi. Namun, tidak berarti sistem otoritarian dan oligarki lebih baik,” tegas SBY melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (20/1).

Pelajaran kedua yang bisa dipetik adalah ucapan pemimpin atau presiden harus benar dan jujur di era “post-truth politics”. Jika tidak, maka dampak yang akan diakibatkan sangat besar.

Dalam kasus ini, SBY mencontohkan ucapan Donald Trump yang menyebut telah terjadi kecurangan di dalam pilpres, yang kemudian berbuntut pada kemarahan para pendukungnya.

“Terjadilah serbuan ke Capitol Hill yang coreng nama baik AS,” tegasnya.

Pelajaran selanjutnya, “post-truth politics" atau era politik yang tidak berlandaskan pada fakta, termasuk dalam kebohongan yang sistematis dan berulang, pada akhirnya akan gagal.

“Pemimpin akan kehilangan "trust" dari rakyatnya, karena mereka bisa bedakan mana yang benar (faktual) dengan yang bohong (tidak faktual),” demikian SBY.

Pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris sebagai presiden dan wakil presiden AS akan berlangsung di Washington DC pada Rabu (20/1) pada pukul 11 pagi atau tengah malam waktu Indonesia. Biden akan menyampaikan pidato kepresidenan pertamanya, sebelum hadir dalam sebuah program televisi bertajuk "Celebrating America" yang diwarnai oleh sejumlah bintang Hollywood.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya