Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Bingungologi Angkamologi

RABU, 20 JANUARI 2021 | 10:27 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

AKIBAT tidak mudah percaya rumusan apa pun termasuk matematika, saya selalu menjadi persona non grata paling kerap dihukum oleh ibu guru.

Seperti misalnya ketika pertama kali diajarkan 2+2=4 saya langsung angkat tangan untuk bertanya “kenapa?”.

Langsung ibu guru menyuruh saya berdiri di sudut depan kelas sambil menghadap ke dinding sebagai hukuman atas pertanyaan yang tidak layak ditanyakan oleh seorang murid.


Saya memang akhirnya tidak berani bertanya ketika ibu guru mengajarkan bahwa 2x2=4 meski sebenarnya saya tidak mengerti mengenai kenapa penambahan harus dibedakan dari pengalian, sebab ternyata 2+2 dan 2x2 sama-sama sama dengan 4.

Namun akibat takut kembali dihukum berdiri di depan kelas sambil menghadap ke dinding, saya tidak bertanya tentang kenapa tanda + perlu dibedakan dengan tanda x apabila hasilnya toh sama saja.

Saya juga tidak bertanya ketika ibu guru membuktikan bahwa 2+2 sama dengan 4 dengan memperagakan dua buah jeruk dimasukkan ke dalam sebuah keranjang, lalu ditambah dengan dua buah jeruk maka terbukti di dalam keranjang memang ada 4 buah jeruk.

Juga saya mantuk-mantuk ketika ibu guru membuktikan bahwa 2 minus 2 sama dengan 0 dengan meletakkan dua buah jeruk ke dalam keranjang kemudian kedua buah jeruk tersebut dikeluarkan dari dalam keranjang dan simsalabim di dalam keranjang mendadak sama sekali tidak ada alias nol buah jeruk! Keren!

Namun ketika ibu guru mengajarkan saya bahwa 2 minus 3 sama dengan minus satu, maka saya tidak mampu menahan gejolak hawa nafsu untuk kembali bertanya “kenapa?”.

Syukur alhamdullilah, tampaknya ibu guru kasihan maka tidak tega lagi- lagi menghukum saya, sehingga menjawab “Ya memang begitu itu menurut ilmu hitung-menghitung !”.

Akibat saya lanjut menuntut ibu guru membuktikan bahwa 2-3= -1 dengan menggunakan contoh dua buah jeruk dikurangi tiga buah jeruk maka ibu guru yang tidak tahu cara mencontohkan minus 1 dalam bentuk buah jeruk, akhirnya terpaksa kembali tega menghukum saya untuk berdiri di sudut depan kelas sambil menghadap ke dinding.

Konflik perseteruan murid dengan guru berlanjut ketika saya mempertanyakan kenapa angka minus ditambah angka minus bisa menjadi angka minus atau makin-minus tetapi angka minus dikalikan angka minus kok bisa-bisanya menjadi angka plus!

Karena jenuh dihukum, maka saya tidak lagi berani mempertanyakan tentang sebuah angka ditambah nol sama sekali tidak berubah tetapi jika dikali nol menjadi tidak terhingga.

Maka saya diam saja akibat takut bertanya ketika ibu guru mengajarkan bahwa angka prima adalah angka yang lebih besar dari satu yang tidak bisa dibagi dengan angka lain yang lebih kecil kecuali dirinya sendiri seperti 2, 3,5, 7, 11, 13 namun padahal 13 bisa dibagi 2 yaitu 6,5 atau dibagi 3 yaitu 4,33333333 atau dibagi 5 sama dengan 2,6 atau dibagi 7 = 1,8571428dst mau pun dibagi 11=1,181818181dst.

Mungkin akibat “diperkosa” untuk membagi angka prim maka kalkultator saya balas-dendam dengan bisa menghitung bahwa 13 : 2 = 6,5 dan 6,5 X 2 = 13 tetapi 13 : 3 = 4,33333333, tetapi 4,3333333 x 3 ternyata bukan 13 namun 12,9999999.

Saya juga tidak berani mempertanyakan logika sebuah angka, apabila dikali nol menjadi nol, sementara angka yang sama jika dibagi nol kok mendadak bisa-bisanya menjadi tak terhingga.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya