Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Daya Tampung RS Makin Tipis, Politikus Gerindra Sarankan Pasien Covid-19 Non-DKI Dipulangkan Ke Daerah Asal

RABU, 20 JANUARI 2021 | 09:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kapasitas rumah sakit untuk pasien terinfeksi Covid-19 di DKI Jakarta kini hanya tersisa 13 persen saja. Kondisi ini membuat anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Iman Satria, mengusulkan pasien Covid-19 dari luar ibukota yang dirawat di Jakarta dikembalikan ke daerah asalnya.

"Kalau bisa, dikembalikan ke daerah asal dengan bantuan koordinasi," kata Iman yang dikutip Kantor Berita RMOLJakarta, Rabu (20/1).

Meski demikian, Iman mengingatkan, hal itu harus dilakukan dengan berbagai kriteria yang ditetapkan. Termasuk adanya jaminan dari dokter bahwa pasien tersebut tidak akan parah dalam perjalanannya ketika dibawa ke rumah sakit atau RS rujukan Covid-19 di daerahnya.


Lanjut Iman, usulan pengembalian itu diajukannya karena saat ini 30 persen tempat tidur pasien Covid-19 di Jakarta diisi warga dari luar DKI Jakarta. Kebanyakan berasal dari Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

Namun Iman juga mengingatkan, pengembalian pasien Covid-19 ke daerah asal bukan berarti mengembalikan kemudian menelantarkan mereka.

Saat fasilitas kesehatan (faskes) di Jakarta hampir penuh, kata Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta itu, pengembalian pasien bisa dilakukan namun harus dengan koordinasi. Apakah RS rujukan Covid-19 di daerah asal pasien masih tersedia untuk dilakukan perawatan atau tidak.

Apabila tidak memungkinkan untuk dikembalikan ke daerah asal, pasien Covid-19 dari luar Jakarta terpaksa harus dirawat di Jakarta hingga sembuh.

"Tapi bukan dilepaskan, dibantu koordinasi. Kalau tidak ada tempat rawat ya apa boleh buat, harus dibantu," jelas Iman.

Pemprov DKI Jakarta mengungkap kondisi ICU dan tempat tidur rumah sakit ibu kota sebanyak 8.890 untuk menampung pasien Covid-19, tersisa hanya 13 persen.

Angka penggunaan tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) rumah sakit di DKI Jakarta untuk pasien Covid-19 adalah sebanyak 87 persen melayani warga lintas provinsi.

Jika dibandingkan dengan provinsi lain di sekitar Jakarta, maka BOR DKI Jakarta lebih tinggi. BOR di Provinsi Banten 79 persen, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 78 persen, Jawa Barat (73), dan Jawa Timur 69 persen.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya