Berita

Donald Trump saat menyampaikan pidato perpisahan pada Selasa sore 19 Januari 2021/Net

Dunia

Pidato Perpisahan Donald Trump: Saya Pergi Dari Tempat Megah Ini Dengan Hati Yang Setia Dan Gembira

RABU, 20 JANUARI 2021 | 07:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jelang pelantikan presiden terpilih Joe Biden, Gedung Putih merilis pidato perpisahan Donald Trump.

Dalam pidato Selasa (19/1) sore itu, Presiden Donald Trump mengatakan akan mendoakan keberhasilan pemerintahan selanjutnya.

"Empat tahun lalu, kami meluncurkan upaya nasional yang besar untuk membangun kembali negara kami, memperbarui semangatnya, dan memulihkan kesetiaan pemerintah ini kepada warganya. Singkatnya, kami memulai misi untuk membuat Amerika hebat kembali," ujar Trump di pembukaan pidatonya.


Trump mengatakan bahwa ia akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45, dan ia merasa sangat bangga dengan apa yang telah dicapainya selama empat tahun bersama rakyatnya.

"Minggu ini, kami akan meresmikan pemerintahan baru. Saya berdoa untuk keberhasilannya dalam menjaga keamanan dan kemakmuran Amerika," ujar Donald Trump yang dalam beberapa jam lagi akan mengakhiri kekuasaannya.

Trump juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan Ibu Negara, Melania. Ia juga memuji anak-anak serta menantu atas dukungannya selama menjadi presiden.  

"Saya juga ingin berterima kasih kepada Wakil Presiden Mike Pence, istrinya yang luar biasa Karen, dan seluruh keluarga Pence," ujar Trump, dan menyebut staf-staf yang mendampinginya selama ini yang disebutnya sebagai orang yang luar biasa di dalam pemerintahan yang berjuang demi Amerika.

Selain memberi ucapan selamat dan juga doa agar pelantikan berlansung lancar, Trump menyinggung soal  penyerbuan gedung Capitol Hill yang dilakukan oleh para pendukungnya. Ia mengakui apa yang dikatakannya dalam upaya melawan kecurangan telah mengarahkan para pendukungnya untuk memberi perlawanan.

"Semua orang Amerika merasa ngeri dengan serangan di Capitol. Kekerasan politik adalah serangan terhadap segala sesuatu yang kami hargai sebagai orang Amerika, dan kami tidak akan memberikan tolerasi."

Trump mengajak semua rakyat Amerika agar bersatu mendukung nilai-nilai negara itu dan bangkit dari dendam partisan, yang sejauh ini telah memecahkan persatuan Amerika.

"Empat tahun lalu, saya datang ke Washington sebagai satu-satunya orang luar yang pernah memenangkan kursi kepresidenan. Saya tidak menghabiskan karir saya sebagai politisi, tetapi sebagai pembangun. Saya melihat langit-langit terbuka dan membayangkan kemungkinan yang tak terbatas.

Saya tahu potensi bangsa kita tidak terbatas selama kita mengutamakan Amerika.

Jadi, saya meninggalkan kehidupan saya sebelumnya dan melangkah ke arena yang sangat sulit. Tetapi bagaimanapun juga, sebuah arena, dengan segala macam potensi akan maju jika dilakukan dengan benar," ujar Trump.

Trump mengatakan, Amerika telah memberinya banyak hal, untuk itu ia ingin memberikan sesuatu kembali.

Ia menyebut beberapa pencapaiannya selama menjabat, termasuk upaya menormalkan hubungan di Timur Tengah.

"Kami melakukan apa yang ingin kami lakukan di sini, dan banyak lagi," kata Trump.

"Yang terpenting, saya ingin berterima kasih kepada rakyat Amerika. Melayani sebagai presiden anda merupakan suatu kehormatan yang tak terlukiskan. Terima kasih atas hak istimewa yang luar biasa ini."

Di akhir pidato, Trump mengungkapkan ia akan meninggalkan kekuasaannya pada hari itu dengan hati yang tetap setia, gambira dan ikhlas, penuh rasa optimis, untuk sesuatu yang lebih baik di masa mendatang.

"Terima kasih, dan selamat tinggal. Tuhan memberkati Anda. Tuhan memberkati Amerika Serikat," tutup Trump.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya