Berita

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto saat menjalani donor plasma konvalesen/Net

Politik

Iwan Sumule: Rakyat Diminta Jujur Sementara Airlangga Tidak Jujur Soal Tes Corona

SELASA, 19 JANUARI 2021 | 16:05 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sikap Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto yang “menyembunyikan” riwayat pernah terinfeksi corona terus menuai kritik dari masyarakat.

Disebut “menyembunyikan” karena pihak istana melalui Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono mengaku belum pernah mendapat pemberitahuan resmi bahwa Airlangga terkena Covid-19.

Sementara pada hari ini, Airlangga mengikuti donor plasma konvalesen yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI). Donor ini sendiri diperuntukkan bagi mereka yang pernah terinfeksi Covid-19.


Secara terang benderang, ketua umum Partai Golkar itu juga menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam donor merupakan ungkapan rasa syukur karena mampu bertahan dari serangan Covid-19.

Di satu sisi, Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menilai apa yang dilakukan Menko Perekonomian itu bagian dari ketidakjujuran pejabat negara.  

“Tak jujur! Airlangga Hartarto pernah positif Cavid-19, karena jadi pendonor plasma konvalesen. Donor ini hanya bagi yang pernah terinfeksi Covid-19,” ujarnya kepada redaksi, Selasa (19/1).

Di satu sisi dia juga membandingkan kasus Airlangga dengan apa yang dialami oleh Habib Rizieq Shihab (HRS). Di mana HRS kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri atas dugaan pidana menghalangi atau menghambat penanganan wabah penyakit menular terkait pengambilan uji swab.

Dalam kasus tersebut, HRS dinilai tidak mau memberikan hasil tes Covid-19 kepada pemerintah untuk pendataan. Termasuk kepentingan untuk melakukan tracing.

“Tak adil pula! Sementara rakyat diminta jujur, bahkan HRS ditersangkakan polisi, karena tak mau beri tahu hasil tes Covid-19,” demikian Iwan Sumule.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya