Berita

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto meresmikan studio digital/Ist

Politik

Resmikan Studio Digital, Airlangga: Partai Golkar Ingin Maksimalkan Pendekatan Pada Kelompok Milenial

JUMAT, 15 JANUARI 2021 | 19:39 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Golkar menggelar peresmian pilot project studio digital di Jakarta dan Surabaya secara virtual, Jumat (15/1).
 
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, studio digital diharapkan mendekatkan Golkar dengan kelompok milenial dan pemilih pemula.

"Upaya ini tentunya diharapkan agar Partai Golkar bisa masuk kepada pemilih pemula dan tentunya akan berjalan sempurna apabila generasi muda memiliki minat dan peduli kepada dunia politik," ujar Airlangga dalam keterangannya.


"Dan dunia politik tentunya diharapkan agar mereka bisa ikut untuk melakukan sosialisasi, ataupun melakukan pembelajaran untuk membangun kesadaran berpolitik," imbuhnya.

Airlangga mengatakan, Golkar terus berupaya menyentuh kelompok milenial dan pemilih pemula dengan peralatan yang diminati yaitu media sosial.

"Kita juga menyadari pentingya media sosial sebagai media komunikasi terutama untuk kampanye dan branding Partai Golkar dan alhamdulilah Partai Golkar hari ini brandingnya sudah sangat dikenal masyarakat sehingga ini modal politik yang baik," terangnya.

Menko Perekonomian ini menambahkan, adanya studio digital tersebut diharapkan menjadi wadah berkomunikasi dan berinovasi.

Sehingga, studio digital dapat digunakan sebagai sarana eksplorasi yang kreatif untuk sharing informasi untuk menjadi corong Partai Golkar mensosialisasikan kebijakan dan kegiatan Partai Golkar serta menjaring aspirasi masyarakat.

Jika berhasil, lanjutnya, maka hal tersebut mampu mendorong elektabilitas pada pemilu mendatang.

"Di era informasi ini diharapkan kita terus mendorong bahwa Partai Golkar mampu menyiapkan politisi milenial yang tangguh, kepemimpinan yang kuat, komunikator yang dimenegerti oleh rakyat, dan mampu membuat kebijakan publik yang betul-betul untuk kepentingan masyarakat," jelasnya.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Muhammad Sarmuji mengungkapkan alasan dirinya membuat studio digital lantaran menyadari bahwa Jawa Timur bukanlah habitat Partai Golkar. Posisi Partai Golkar di Jawa Timur selalu berada di bawah PKB dan PDIP.

"Kami harus mencari cara untuk menang, caranya tentu saja bisa menerobos dan menerabas sekat-sekat ideologis yang tadi kami sampaikan bahwasanya secara genealogis Jawa Timur bukan habitat utama Partai Golkar tapi dengan info dan teknologi kami yakin itu bisa menerabas sekat-sekat ideologis tersebut," ujarnya.

Senada dengan Airlangga, Sarmuji berharap adanya studio digital tersebut diharapkan mampu membidik kalangan milenial. Selain itu, DPD Partai Golkar Jawa Timur juga mewajibkan kadernya memiliki akun media sosial Facebook, dan Instagram.

"Dengan begitu kami berharap penetrasi Partai Golkar di media sosial jauh lebih intens," tegas Airlangga.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya