Berita

Anggota Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning/Net

Jaya Suprana

Rame-rame Menyerang Ribka

JUMAT, 15 JANUARI 2021 | 10:27 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DOKTER Ribka Tjiptaning rame-rame diserang akibat berani-berani jujur mengungkap keraguan terhadap vaksin Corona yang konon akan diwajibkan untuk seluruh rakyat Indonesia bahkan dengan sanksi hukuman.

Serangan terhadap mantan Ketua Komisi IX DPR RI menyelinapkan rasa prihatin ke lubuk sanubari saya.

Menurut pendapat saya pribadi serangan terhadap Dr. Ribka tersebut juga sekaligus merupakan serangan terhadap hak asasi manusia untuk berpendapat yang sewajibnya secara konstitusional dilindungi negara yang mengaku demokratis.


Kebetulan Dr Ribka adalah anggota DPR RI dari parpol PDIP yang mengandung nama Demokrasi maka berarti Dr Ribka berhak untuk mewakili suara rakyat yang ragu terhadap vaksin yang dibuat secara terburu-buru akibat kecamuk angkaramurka virus Corona yang bukan mereda, namun malah makin merajalela.

Tidaklah keliru apabila Ribka lebih mengutamakan rakyat ketimbang parpol sebab Dewan Perwakilan Rakyat bukan Dewan Perwakilan Parpol.

Serangan disertai sebutan “kadrun” terhadap Dr Ribka merupakan bukti bahwa masih ada warga Indonesia gemar melanjutkan politik polarisasi yang jelas alih-alih mempersatukan malah memecah-belah bangsa.

Kenyataan membuktikan bahwa Dr Ribka bukan kaldrun, kampret, cebong, komunis, radikal tetapi seorang warga Indonesia seperti anda dan saya.

Pada hakikatnya, Ribka merupakan korban sindroma psikososial yang sedang menjangkiti sebagian bukan semua insan manusia yaitu penyakit lebih fokus melihat “siapa” yang bicara ketimbang mendengar “apa” yang dibicarakan sehingga mengaburkan makna kebenaran yang sebenarnya.

Insya Allah, Ribka Tjiptaning sebagai seorang warga Indonesia titik tanpa embel-embel apa pun apalagi nama hewan beraroma SARA atau istilah berbau politik kekuasaan tetap berkenan gigih berjuang menyuarakan pendapat demi menegakkan pilar-pilar demokrasi serta HAM di persada Nusantara tercinta ini. Merdeka!

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya