Berita

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP, Ihsan Yunus/Net

Hukum

Diperiksa Untuk Tersangka Juliari, MRIY Disebut-sebut Adik Anggota DPR PDIP Ihsan Yunus

KAMIS, 14 JANUARI 2021 | 15:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Saksi Muhammad Rakyan Ikram yang dipanggil penyidik KPK dalam perkara kasus dugaan suap bantuan sosial (Bansos) Covid-19 informasinya adalah adik dari anggota Fraksi PDIP DPR RI, Ihsan Yunus.

Rakyan Ikram yang mempunyai nama lengkap Muhammad Rakyan Ikram Yunus (MRIY) ini mirip dengan nama lengkap dari politisi PDIP yang merupakan kakaknya, yaitu, Muhammad Rakyan Ihsan Yunus.

Rakyan Ikram pun telah memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Juliari P. Batubara (JPB) selaku Menteri Sosial (Mensos). Saat ini masih menjalani pemeriksaan.


"(MRIY) datang," kata Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri singkat saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (14/1).

Rakyan Ikram diduga diperiksa berkaitan dengan penggeledahan yang telah dilakukan penyidik KPK di rumah orang tuanya, Jalan Raya Hankam Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (12/1).

Selain di Jakarta, informasinya KPK juga menggeledah rumah staf Ihsan Yunus, di Perumahan Rose Garden, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, pada hari yang sama.

Dalam penggeledahan itu, KPK mengamankan barang bukti berupa alat komunikasi dan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan perkara.

Namun demikian, KPK belum buka suara terkait kedua rumah yang digeledah tersebut berkaitan dengan Ihsan Yunus.

Saksi Muhammad Rakyan Ikram Yunus tercatat menjadi bagian dari pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI). Dia menjabat sebagai Sekretaris Umum DPP PPGI periode 2016-2021.

Informasi yang berkembang, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ihsan Yunus diduga ikut-ikutan terkait pengadaan bansos corona.

Agar terang benderang, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengusulkan, KPK harus memeriksa Ihsan Yunus. Apakah yang bersangkutan ada kaitan dalam kasus ini.

"KPK harus memanggil Ihsan Yunus agar bisa mendalami," ujar Uchok Sky kepada redaksi, hari ini.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Tiga penerima suap, dan dua pemberi suap.

Penerima suap, Juliari Peter Batubara (JPB) selaku Menteri Sosial, dan dua pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemensos, Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW). Adapun pemberi suap dari pihak swasta, Ardian Iskandar Maddanatja (AIM) dan Harry Sidabuke (HS).

KPK menduga, politisi PDIP Juliari Batubara yang saat itu menjabat Mensos menerima suap senilai Rp. 17 miliar dari fee pengadaan bansos sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Jabodetabek dalam dua tahap.

Fee dipatok sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket bansos. Dengan demikian total dana yang diduga telah diterima sebanyak Rp 17 miliar.

Rinciannya, pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama sebesar Rp 8,2 miliar, dan pada periode kedua sebesar Rp 8,8 miliar.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya