Berita

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dalam Obrolan Bareng Bang Ruslan/RMOL

Politik

Kata Roy Suryo, Gelagat Risma Ingin Jadi Gubernur Jakarta Sudah Kelihatan Jelas

SELASA, 12 JANUARI 2021 | 16:01 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Keberadaan relawan Pasukan Tri Rismaharini (Pasutri) yang menginginkan Menteri Sosial Tri Rismaharini menjadi Gubernur DKI Jakarta menjadi sinyal kuat bahwa Risma ingin jadi orang nomor satu di DKI Jakarta.

Demikian disampaikan mantan Menpora, Roy Suryo dalam serial diskusi Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk 'Risma Jadi Mensos Atau Gubernur?' yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (12/1).

"Itu bukan jangan-jangan, itu sudah pasti. Sudah keliatan terang-benderang. Dengan adanya Relawan Pasutri ini ya itu (Risma ingin jadi Gubernur Jakarta)," kata Roy Suryo.


Pada dasarnya, Roy menilai penunjukan mantan Walikota Surabaya sebagai Menteri Sosial sudah baik. Hanya saja, Risma terkadang offside dengan gebrakan yang dilakukan.

Seperti halnya aksi blusukan di beberapa lokasi di Jakarta. Yang baru dan sukses menyedot perhatian publik adalah blusukan Risma ke kawasan Sudirman-Thamrin, di mana politisi PDIP ini sempat berdialog dengan tunawisma di daerah elite tersebut.

"Mensos jangan hanya mengurusi DKI Jakarta. Bu Risma ke Sudirman-Thamrin menemui gelandangan dan kemarin ramai di medsos. Ini kan aneh, membuat saya tersenyum. Di kawasan Sudirman Thamrin itu enggak ada gelandangan," jelas Roy Suryo.

Atas dasar itu, mantan politisi Demokrat ini pun menyesalkan kegiatan Risma sebagai Menteri Sosial justru tak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi).

"Sangat mencolok dan bukan tupoksi Mensos. Harus punya paradigma nasional, jangan terlalu sempit di DKI Jakarta. Saran saya kalau memang bukan bidangnya, enggak usah di bidangnya," tuturnya.

"Baca lagi lagi tupoksi sebagai Mensos. Menurut saya Bu Risma jadi Mensos itu bagus, saya dukung," demikian Roy Suryo dalam diskusi yang turut dihadiri Ketum Relawan Pasutri, Khoirul Amin.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya