Berita

Ilustrasi vaksin Sinovac/Net

Kesehatan

Efikasi Vaksin Sinovac 65,3 Persen, Ini Dampaknya Menurut Pakar Farmasi UGM

SELASA, 12 JANUARI 2021 | 13:04 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tingkat efikasi atau persentase penurunan kejadian penyakit pada kelompok orang yang divaksin Sinovac adalah sebesar 65,3 persen.

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Zullies Ikawati menyebutan dampak dari penggunaan vaksin Sinovac yangmemiliki efikasi sebesar 65,3 persen tersebut.

"Penurunan kejadian infeksi sebesar 65 persenan secara populasi tentu akan sangat bermakna dan memiliki dampak ikutan yang panjang," ujar Zullies Ikawati dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (12/1).


Dia mencontohkan, dari 100 juta penduduk Indonesia, jika tanpa vaksinasi ada 8,6 juta yang bisa terinfeksi, jika turun 65% dengan vaksinasi, maka hanya 3 juta penduduk yang terinfeksi.

"Selisih 5,6 juta. Dan itu dapat dihitung, 0,086 dikurang 0,03 dibagi 0.086 dan dikali 100 persen sama dengan 65 persen. Jadi, ada 5,6 juta kejadian infeksi yang dapat dicegah," terang Zullies Ikawati.

Mencegah 5 jutaan kejadian infeksi, menurut Zillies Ikawati, sudah sangat bermakna dalam penyediaan fasilitas perawatan kesehatan. Bahkan, secara tidak langsung bisa mencegah penularan lebih jauh bagi orang-orang yang tidak mendapatkan vaksin, yaitu jika dapat mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

"Jadi, saya pribadi masih menaruh harapan kepada vaksinasi, semoga bisa mengurangi angka kejadian infeksi Covid di negara kita. Apalagi jika didukung dengan pemenuhan protokol kesehatan yang baik," ungkapnya.

"Semoga dapat menuju pada pengakhiran pandemi Covid di Indonesia," demikian Zullies Ikawati.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

13 Langkah Komprehensif Kuatkan Rupiah

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:11

Dua Guru Magelang Didakwa Korupsi Modus Pungli Peserta PPG

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:00

Bukan Dapur Asal Ngebul

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:26

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

Putusan MK soal Keterwakilan Kuota Perempuan Berikan Keadilan Gender

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:14

Syafrin Liputo Dituntut Bawa Jaksel Lebih Maju, Inklusif, dan Sejahtera

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:01

2.081 Polisi Kawal Ketat Piala AFF U-19 2026

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:22

Korban Kebakaran Kemayoran

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:19

Multipolaritas Harus Jadi Jalan Kerja Sama, Bukan Konfrontasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:09

KDM Sikat PKL Usai 30 Tahun Berkuasa di Bandung

Rabu, 03 Juni 2026 | 03:45

Selengkapnya