Berita

Vaksinasi/Net

Dunia

WHO: Walau Banyak Negara Sudah Memulai Vaksinasi, Herd Immunity Tidak Mungkin Dicapai Tahun Ini

SELASA, 12 JANUARI 2021 | 10:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negara-negara untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan meski sudah memulai vaksinasi Covid-19.

Kepala ilmuwan WHO, Dr. Soumya Swaminathan mengatakan, meskipun banyak negara sudah memulai meluncurkan program vaksinasi, tetapi herd immunity sangat tidak mungkin terjadi pada tahun ini.

"Bahkan saat vaksin mulai melindungi yang paling rentan, kita tidak akan mencapai tingkat kekebalan populasi atau herd immunity pada tahun 2021," ujarnya, seperti dikutip AP.


"Bahkan jika itu terjadi di beberapa negara wilayah, di beberapa  negara, itu tidak akan melindungi orang di seluruh dunia," tambahnya.

Para ilmuwan pada umumnya memperkirakan, untuk mendapatkan herd immunity dibutuhkan vaksinasi pada 70 persen populasi. Tetapi beberapa pakar khawatir ambang batas itu harus lebih tinggi karena sifat virus corona yang mudah menular.

Sejauh ini, sejumlah negara sudah memulai vaksinasi Covid-19, seperti Inggris, Amerika Serikat (AS), China, Prancis, Kanada, Jerman, Israel, hingga Belanda.

Tetapi penasihat direktur jenderal WHO Bruse Aylward menyerukan agar komunitas global lebih berbuat banyak untuk memastikan akses vaksin ke semua negara.

"Kita tidak dapat melakukannya sendiri," ujar Aylward.

Mayoritas pasokan vaksin Covid-19 dunia saat ini sudah dibeli oleh negara-negara kaya. Meski PBB mendukung inisiatif Covax yang bertujuan untuk memberikan vaksin ke negara-negara miskin dan berkembang.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya