Berita

Politisi PKS, Mardani Ali Sera/Net

Politik

Sebelum Jokowi Disuntik, Pemerintah Diminta Pastikan Distribusi Hingga Efektivitas Vaksinasi

SELASA, 12 JANUARI 2021 | 08:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden Joko Widodo akan menjadi orang pertama yang akan diberi vaksin pada 13 Januari besok. Jelang realisasi itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyayangkan efikasi vaksin Sinovac yang hanya 65 persen.

“Seharusnya minimal 80 persen,” tuturnya lewat akun Twitter pribadi, Selasa (12/1).

Terlepas dari itu, pemerintah juga harus memastikan sejumlah hal. Di antaranya mekanisme distribusi vaksin. Dalam hal ini, pemerintah perlu menjamin tersedianya petugas yang sudah terlatih.


“Kemudian manajemen yang baik dan juga rinci serta terjaminnya rantai dingin (cold chain) yang menjangkau pelosok negeri,” sambungnya.

Efektivitas vaksin dalam mencapai kekebalan komunitas juga dipertanyakan. Sebab, hal itu terkait melindungi setiap individu dalam suatu populasi.

Dengan kepastian itu, maka orang yang tidak memperoleh vaksin karena alasan tertentu bisa terlindungi dari infeksi yang dihasilkan Covid-19.

“Idealnya mencakup 70 persen atau 182 juta penduduk,” tekannya.

Pemerintah juga harus memberi pemahaman kepada kelompok yang akan mendapatkan vaksinasi. Maka dari itu, petugas kesehatan serta petugas yang langsung berhadapan dengan publik merupakan pihak yang menjadi prioritas utama. Guna menghindari miskomunikasi yang berlebih.

Mardani mengingatkan bahwa masalah komunikasi memang kerap menjadi problema pemerintah dalam menangani Covid-19.

“Sudahkah pemerintah mempersiapkannya? Terkait akseptabilitas masyarakat, WHO melalui publikasinya (November 2020), menyebut perlunya pendekatan integratif kepada masyarakat,” ujarnya.

“Salah satunya pengendalian infodemik yang beredar di media sosial serta penanganan misinformasi secara bijak. Mengingat banyak sekali berita terkait vaksin Covid-19 dari berbagai sumber yang kurang kredibel dan beredar di masyarakat,” demikian Mardani.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya