Berita

Diskusi virtual RMOL World View pada Senin, 11 Januari 2021/Repro

Dunia

Kepemimpinan Joe Biden Akan Mirip Amerika Era Bill Clinton Dan Barack Obama

SENIN, 11 JANUARI 2021 | 17:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebentar lagi Amerika Serikat (AS) akan menyambut presiden baru yang telah dipilih dalam pemilihan pada 3 November 2020, Joe Biden.

Setelah dilantik pada 20 Januari, Biden akan mengambil alih kendali pemerintahan dari Presiden Donald Trump.

Dalam menjalankan roda kepemimpinan, Biden diperkirakan akan memiliki sejumlah kebijakan luar negeri yang berbeda dengan Trump.


Berdasarkan analisis dari pengamat hubungan internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Nazar Nasution, Biden kemungkinan akan mengikuti pola kepemimpinan Presiden Barack Obama atau Bill Clinton, yang juga dari Partai Demokrat.

"Menurut saya, yang menonjol dari Trump itu kepentingan bisnis, semua dipandang dari sudut untung-rugi. Tetapi pola Demokrat lebih kepada multilateralisme," ujar Nazar.

Berbicara dalam RMOL World View bertajuk "Transisi Politik Amerika Serikat" pada Senin (11/1), Nazar mengatakan, para pemimpin Partai Republik pada umumnya lebih mengedepankan hard power, sementara Demokrat soft power.

Jika melihat kepemimpinan presiden-presiden Partai Republik, banyak di antaranya yang memicu konflik, seperti Perang Korea, Perang Vietnam, maupun konflik Afghanistan.

Di sisi lain, lanjut Nazar, para pemimpin dari Partai Demokrat lebih mengedepankan diplomasi, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Indonesia sendiri, lanjutnya, harus berhati-hati dengan pemimpin AS dari Partai Republik. Pasalnya Indonesia memiliki dua pengalaman pahit dengan Clinton.

Pengalaman pertama terkait dengan kasus Timor Timur, di mana Clinton melakukan embargo kepada Indonesia. Kemudian saat menghadapi IMF pada 1998.

"Saya mencoba melihat Joe Biden ini dikaitkan dengan Obama dan Bill Clinton yang dua-duanya dari Partai Demokrat," tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya