Berita

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo/Net

Dunia

Menlu Pompeo Cabut Pembatasan Interaksi Antara Pejabat AS Dan Taiwan

MINGGU, 10 JANUARI 2021 | 07:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengumumkan telah mencabut pembatasan kontak antara pejabat Amerika Serikat (AS) dan Taiwan.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu (9/1), Pompeo mengatakan, selama beberapa dekade terakhir, Departemen Luar Negeri AS telah menciptakan batasan internal ketika berinteraksi dengan pihak Taiwan.

"Pemerintah Amerika Serikat mengambil tindakan ini secara sepihak, dalam upaya untuk menenangkan rezim Komunis di Beijing," kata Pompeo, seperti dikutip Reuters.


"Hari ini saya mengumumkan bahwa saya mencabut semua pembatasan yang diberlakukan itu," tambahnya.

Menurut Kantor Perwakilan Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di AS, keputusan itu menunjukkan kuat dan dalamnya hubungan antara Amerika dan Taiwan.

"Pemerintah Amerika Serikat memelihara hubungan dengan mitra tidak resmi di seluruh dunia, tidak terkecuali Taiwan. Pernyataan hari ini mengakui bahwa hubungan AS-Taiwan tidak perlu, dan tidak seharusnya, dibelenggu oleh pembatasan birokrasi permanen kami yang diberlakukan sendiri," lanjut Pompeo.

Keputusan itu diumumkan hanya beberapa hari sebelum Duta Besar AS untuk PBB Kelly Craft mengunjungi Taiwan pada pekan depan.

Rencana kunjungan itu sudah ditanggapi oleh China yang menyebutnya sebagai upaya bermain api oleh AS.

China mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, dan secara teratur menggambarkan Taiwan sebagai masalah paling sensitif dalam hubungannya dengan AS

Sementara AS, seperti kebanyakan negara, tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan. Namun pemerintahan Presiden Donald Trump telah meningkatkan dukungan untuk negara pulau itu, dengan penjualan senjata dan undang-undang untuk membantu Taiwan mengatasi tekanan dari China.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya