Berita

Ketua DPD Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua Ali Kabiay/Net

Nusantara

Tidak Punya Kontribusi, Seruan Aksi Mogok Nasional KNPB Dinilai Konyol

KAMIS, 07 JANUARI 2021 | 20:14 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Seruan aksi mogok nasional yang digagas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dinilai konyol.

Sebab, organisasi tersebut mengorbankan berbagai kebutuhan dan aktivitas warga demi kepentingan sekelompok orang.

Ketua DPD Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua Ali Kabiay mengatakan, ajakan KNPB untuk aksi mogok nasional telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).


Dia meyakini masyarakat sudah cerdas dalam memilih aksi-aksi yang perlu diikuti atau tidak.

“Aksi-aksi KNPB ini sering kali merugikan mereka dan para pemuda di Papua. Jadi masyarakat sudah cerdas dalam melihat hal ini,” kata Ali Kabiay di Kota Jayapura, Papua, Kamis (7/1).

Menurut dia, bila warga ikut dalam aksi mogok nasional ini, mereka akan rugi. Pasalnya, dapat membuat sistem pendidikan lumpuh, pemerintahan akan terganggu, ekonomi akan merosot, dan berdampak pada kesehatan masyarakat.

“Apa yang sudah KNPB perbuat untuk Tanah Papua? Saya rasa tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Sebaliknya Pemerintah Indonesia terus berusaha membangun daerah di wilayah paling timur ini. Diantaranya dengan kebijakan otonomi khusus, perhelatan PON dan pembangunan lainnya.

“Karena itu dia meminta masyarakat tak mudah terprovokasi isu hoaks dan ajakan-ajakan KNPB. Sebab seruan-seruan tersebut akan merusak situasi kondusif di daerah,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya